Kesehatan

Sebelum Vaksinasi Lansia Komorbid Dianjurkan Konsultasi Ke Dokter

(suaramerdeka.com)-JAKARTA; Para lansia dianjurkan berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum di Vaksinasi. Demikian diungkapkan pengamat kesehatan lulusan UGM sekaligus relawan COVID-19, dr. Muhamad Fajri . Hal ini penting, apalagi bila lansia itu memiliki penyakit komorbid atau penyerta.

 

“Kita hindari reaksi yang kita tidak tahu. Pada orang di Norwegia, Lansia yang rapuh meninggal. (Terkait ini) Indonesia sudah berhati-hati. (Lansia) kalau kena konsultasikan dulu ke dokter,” tulisnya di akun Instagram, dilansir dari Antara.

 

Terkait pelaksanaan vaksinasi, Kemenkes menyediakan dua pilihan mekanisme pendaftaran yakni di faskes masyarakat baik di Puskesmas maupun rumah sakit milik pemerintah dan swasta.

 

Lansia dapat mendaftar dengan mengunjungi website Kemenkes yaitu www.kemkes.go.id dan website Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di covid19.go.id.

 

Di kedua website itu tersedia link atau tautan yang dapat diklik oleh sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia. Di dalamnya ada sejumlah pertanyaan yang harus diisi. Dalam mengisi data tersebut peserta lanjut usia dapat meminta bantuan anggota keluarga lain atau melalui kepala RT atau RW setempat. Khusus pensiunan Pelanggan Yakes Telkom; yg  umurnya sama atau lebih dari 60th dan siap divaksin covid19, silakan daftar di: https://vaksin.yakestelkom.or.id

 

“Jadi proses pendaftaran ini sasaran vaksinasi bisa dibantu keluarga atau RT atau RW setempat,” ujar Jubir Vaksinasi COVID-19, dr. Siti Nadia Tarmizi. Selanjutnya Dinkes akan menentukan jadwal dan termasuk hari, waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat Lansia.

 

Pilihan kedua, mekanisme melalui vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh organisasi atau institusi yang bekerjasama dengan Kemenkes atau Dinkes seperti organisasi untuk para pensiunan ASN, Pepabri atau Veteran Republik Indonesia.

 

Fajri mengatakan, vaksin Sinovac atau vaksin COVID-19 lain tidak akan menyebabkan sakit COVID-19. Kalaupun seseorang dinyatakan positif pasca vaksinasi, maka bisa jadi ada penularan di wilayah orang itu tinggal atau berdiam atau sebelumnya dia sudah terkena COVID-19.

 

“Ketika kuman masuk ke tubuh tidak langsung membuat sakit tetapi butuh waktu 2-14 hari. Misalnya saya 10 Februari disuntik, seminggu kemudian saya sakit COVID-19, apa karena vaksin? Tidak. Dia sudah tertular sakit COVID-19 akhir Januari sampai awal Februari,” kata dia.

 

(naf/kna; ;  Bahan dari  : https://www.suaramerdeka.com/gayahidup/kesehatan/255483-sebelum-vaksinasi-lansia-dengan-komorbid-dianjurkan-konsultasi-ke-dokter)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close