Kesehatan

Jalan Tol menuju Diabet

KOMPAS.comMakanan siap saji (fast food), jadi bagian keseharian masyarakat. Selain penyajian praktis, fast food mudah didapat karena gerainya ada di pusat2 perbelanjaan. Kebiasaan mengonsumsi makanan ini mendekatkan Anda pada serangan diabetes.

Circulation, jurnal dari American Heart Association, pada 2012 melansir orang yang makan fast food lebih dari 2x seminggu ber-risiko terserang diabetes 27%. Pasalnya, menu menggoyang lidah ini (ayam goreng, minuman bersoda, es krim, dan kentang goreng) mengandung lemak jenuh dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs), lemak dari proses penggorengan.

Kedua lemak tersebut dapat menutup reseptor insulin. Karenanya, tubuh tidak bisa menyerap insulin dan kadar gula darah pun melonjak. Ditambah lagi, makanan siap saji sudah pula mengandung jumlah gula yang berlebih.

Dalam sistem metabolisme, gula seharusnya menjadi “bahan baku” energi bila dibakar dan terpakai. Sebaliknya bila tidak terbakar, gula akan menjadi energi yang menumpuk di otot dan hati sebagai glikogen. Padahal, sel hanya dapat menampung glikogen dalam jumlah kecil.

 

Sisa gula kemudian berubah menjadi trigliserida—sejenis lemak—dan menumpuk sebagai lemak hati. Jika seseorang memiliki penumpukan lemak pada hati, maka ia mungkin atau sudah menderita diabetes.

Cerdas pilih menu
Mengurangi kuantitas konsumsi makanan siap saji disarankan agar terhindar dari DM. Bila tak punya pilihan tempat makan lain, Anda sebaiknya lebih kreatif pilih menu sajian. Daripada memesan paket ukuran besar, sederhanakan dengan pilih paket medium. Selain hemat uang, Anda tidak mengonsumsi kalori, lemak, serta gula terlalu banyak.

Jangan lupa untuk memesan salad sebagai pendamping makanan utama Anda. Asupan serat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan melengkapi keseimbangan gizi yang diperlukan tubuh.

Ketika memilih daging, ambil daging dengan kandungan lemak relatif rendah, misalnya dada ayam. Setelah memesan beragam menu, Anda lebih baik ganti kebiasaan minum soda dengan air mineral. Hal ini untuk menetralisir zat-zat yang sudah dikonsumsi.

Waspadai juga kadar gula dalam tubuh dengan rutin memeriksakannya. Anda tidak perlu ke rumah sakit, cukup menggunakan alat cek kadar gula darah mandiri di rumah yang saat ini sudah banyak ditemukan, misalnya OneTouch Ultra 2.

Alat cek kadar gula darah itu bekerja dengan sederhana. Pertama, masukkan test strip, teteskan darah untuk memulai pengecekan. Hasil tes muncul beberapa detik setelahnya. DM lebih baik dicegah sebelum diderita, bukan? (Anne Anggraeni Fathana; Palupi Annisa Auliani; http://health.kompas.com/read/2016/05/17/055324423/.Fast.Food.Jalan.Tol.Menuju.Diabetes.?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close