Iptek dan Lingk. Hidup

Menghidupkan hewan punah

TOKYO – Seorang antropolog bernama Alice Roberts meneliti untuk “menghidupkan” kembali hewan yang punah 20.000  tahun silam. Keinginan gila ilmuwan ini, dilakukan karena terinspirasi dari pernyataan profesor antropologi bahwa masyarakat dunia harus memerhatikan spesies makhluk hidup yang pernah hidup 20 ribu tahun lalu.

Alice Roberts dalam pernyataannnya di Jepang mengatakan keseriusannya untuk membawa hewan yang telah punah di Zaman Es ini, kembali berkembang biak di Bumi. “Kami serius melakukan hal ini. Sehingga, ini adalah hal penting bagi semua orang untuk mulai memikirkannya,” jelas Alice, seperti dilansir Telegraph, Rabu (15/5/2013).

Seperti diketahui, ilmuwan Jepang kabarnya telah mengekstraksi sumsum tulang mammoth yang ditemukan di Siberia. Nah, sekarang ini yang dilakukan oleh Alice, yakni melalui penelitian DNA juga diharapkan mampu “menghidupkan” kembali hewan tersebut melalui pendekatan sains.

“Ini berada dalam genggaman kita (mengubah sesuatu yang tidak masuk diakal menjadi kenyataan), dan ini merupakan hal luar biasa untuk dipikirkan,” ujar Alice. Lebih lanjut ia mengatakan, teknologi ini akan mirip dengan yang digunakan untuk kloning.

Meskipun demikian, dia menekankan terkait penyelamatan hewan-hewan yang berada di ambang kepunahan. Menurutnya, menyelamatkan populasi hewan yang akan punah lebih utama ketimbang mencoba untuk membangkitkan hewan yang telah punah.

Informasi yang beredar beberapa waktu lalu mengungkapkan, ilmuwan berencana untuk menghidupkan kembali hewan purba yang telah punah ribuan tahun lalu.

Menggunakan teknologi seperti kloning dan genome sequencing (pengurutan gen), ilmuwan mengklaim dapat memunculkan kembali hewan purba yang telah punah. (amr; http://techno.okezone.com/read/2013/05/15/56/807524/wah-ilmuwan-hidupkan-hewan-punah-ribuan-tahun)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close