Psikologi

Mengenal kanker servik

Kanker serviks, atau kanker yang menyerang leher rahim, dapat menyerang perempuan mana pun, berbagai usia, terutama mereka yang sudah aktif melakukan hubungan badan, walau belum menikah sekalipun. Semua perempuan akan semakin tinggi risikonya tertular human papilloma virus (HPV), virus yang menyebabkan kanker serviks, jika semakin banyak memiliki pasangan seksual.

 

Karena itu, sebenarnya ancaman kanker serviks bisa menjadi promosi yang sangat ampuh untuk melakukan monogami. Sebab, semakin sedikit pasangan seksual yang dimiliki, apalagi hanya satu, risiko tertular HPV pun semakin rendah.

 

Kanker serviks juga menjadi jenis kanker dengan kasus terbanyak di Indonesia. Mengapa? Karena kanker selalu dihubungkan dengan keberadaan penyakit menular seksual (PMS). Bisa dimaklumi, siapa pun yang terkena kanker serviks biasanya menjadi rendah diri karena anggapan PMS itu. Padahal siapaun bisa terkena kanker serviks, walau hidupnya lurus.

 

Selain itu kesadaran untuk memeriksakan diri juga masih rendah pada kaum perempuan di Indonesia. Padahal, tidak ada salahnya untuk waspada. Salah satu jalan yang paling efektif untuk mendeteksi kanker serviks adalah melalui pap smear.

 

Semakin rutin menjalani pemeriksaan, semakin dini kanker serviks terdeteksi. Ada banyak jalan untuk menghindari HPV dan kanker serviks selain hanya memiliki satu pasangan bisa juga dengan melalui pola makan yang sehat. Apa yang dapat dilakukan bila kanker serviks telah terdiagnosis.

 

Makanan yang wajib dikonsumsi oleh orang yang telah didiagnosis menderita kanker serviks tidak jauh beda dengan makanan untuk mencegah datangnya kanker. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi adalah sayuran dan buah-buahan yang mengandung fitokimia, seperti kubis dan brokoli. Demikian pula makanan yang mengandung antioksidan, misalnya tomat, jeruk, nanas.

 

Ditambah lagi dengan makanan kaya kalsium, selain memperkuat tulang dan gigi, kalsium juga mendukung proses metabolisme dalam tubuh. Sumber-sumber kalsium antara lain susu, yoghurt, keju, kacang-kacangan, kacang almon, dan sayur berdaun hijau tua. (Sumber : Gaya Hidup Sehat Edisi Tahun XII, No.14 ; Dan http://www.yakestelkom.or.id/index.php?option=article&id=251)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close