Kristiani dan Hindu

Rapikan tempat tidur

Pagi hari biasanya padat aktivitas dan cenderung membuat orang sibuk dan tergesa2. Anak harus sekolah, orang tua harus berangkat kerja, ke kantor, yang di rumah harus segera bersiap2 di dapur. Tapi tunggu dulu, jangan lupakan satu hal ini: RAPIKANLAH TEMPAT TIDURMU.
Merapikan tempat tidur tidak lebih dari limat menit, tetapi karena sederhana, sering terlupakan dan diabaikan, atau dilakukan sambil lalu begitu saja. Padahal, aktivitas merapikan tempat tidur, jika dihayati sungguh2, memiliki nilai yang tak terbayar untuk kegiatan seluruh hari.
Merapikan tempat tidur sebagai aktivitas pembuka hari bisa menjadi tanda kesiapan batin menyambut hari baru dengan semangat baru. Aturlah bantal pada tempatnya dengan rapi. Bersihkan dan ketatkan sprei, selimut, dan bed cover (jika ada) serapi mungkin; jangan meninggalkan lipatan atau kerutan, buatlah semulus mungkin seperti permukaan lantai yang rata dan kencang.
Merapikan tempat tidur juga sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih karena Tuhan telah memberi waktu istirahat dan melimpahkan kesegaran tubuh sepanjang malam. Betapa baiknya pagi hari tidak dipenuhi dengan ocehan dan keributan; tetapi ciptakan ketenangan dan cukup waktu untuk merapikan tempat tidur sambil melantunkan senandung syukur dan doa memohon berkat.
Ketika anda selesai merapikan tempat tidur, semangat rasa puas dan lega membantu kita secara psikologis untuk siap dan yakin memulai hari. Sebaliknya, bangun dan meninggalkan tempat tidur berantakan – karena terburu2, tanpa disadari kita telah menanamkan semangat ‘kalah’ di awal hari, yang mana akan berakibat buruk untuk seluruh aktivitas sepanjang hari.
Di rumah sakit, hal utama yang harus dipelajari oleh para perawat adalah cara merapikan tempat tidur secara cepat dan profesional. Mengapa hal ini menjadi pelajaran utama? Rumah sakit adalah sarang segala macam penyakit dan tempat semua orang sakit berkumpul. Alangkah sumpeknya ketika pagi hari pasien bangun dengan tempat tidur yang berantakan dan sama seperti kemarin.
Ketika pagi hari perawat merapikan tempat tidur, ganti sprei dan selimut dengan yang baru, Kegiatan itu merangsang jiwa pasien merasa diperbaharui juga kesehatannya, mulai membangun semangat baru untuk sembuh, berharap hari baru ini kesehatannya akan lebih baik dari kemarin.

 

Dengan demikian mempercepat proses kesembuhan dari dalam dirinya. Jadi jangan disepelekan tindakan merapikan tempat tidur. Bahkan jika malam hari engkau penuh dengan beban kelelahan setelah kerja keras, ketika mata memberi isyarat untuk tidur dan mengistirahatkan tubuh; lihatlah, tempat tidur yang rapi sudah siap menyambut untuk melegakan penatmu.

 

Bayangkan jika engkau yang letih harus segera tidur dan menemukan tempat tidurmu kusut dan berantakan…. betapa semakin melelahkan hari2mu. Jangan heran, “Orang yang rajin merapikan tempat tidurnya, ia telah merapikan dan melancarkan jalan rejekinya sepanjang hari” (Justinus Darmono; sumber dari : P.Hend. SCJ; https://www.facebook.com/pages/Disini-Kumpul-FBookers-Katolik/132876740077339?sk=timeline)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close