Aku cinta Indonesia

Opini dari seorang Senior, hebat diluar

Rekan-rekan yang baik. Maaf, berita trenyuh tentang nasib miskin dari suatu perusahaan ini saya teruskan. Di sisi lain, dari segi korps tidak enak mengemukakan kejelekan di dalam. Lama saya tunda. Ewuh pakewuh boleh2 saja, tapi bila menyangkut hak dan nasib hidup manusia, dibenarkankah bersopan santun, timbang rasa, dsb? Hati nurani saya tidak mengizinkan.

Apa boleh buat, sudah berpuluh tahun diperjuangkan oleh kawan2 senasib, tetapi pimpinan nampaknya tidak peduli terhadap mantan senior dan para pendirinya yang tidak berdaya, tak berkuku lagi. Di bawah ini salah satu cerita saja.

 

Masih ada puluhan mungkin lebih, terpaksa jadi pengemis, tukang becak, rumah gubug apabila hujan air mengucur, dsb. Bagaimana perusahaan yang begitu mentereng di luar, menjadi nomor sekian dan sekian di atas, di sisi lain pensiunannya terbengkalai, dengan pensiun jauh di bawah UMR.

 

Ini yang disebut MP (Manfaat Pensiun) Kecil. Seraya dana pensiunnya ada belasan Trilyun. Berbagai usaha, rundingan, dan desakan, sudah digelar, tetapi duri yang begitu menyolok di luar kemanusiaan tidak kunjung selesai. Belum lagi kesenjangan melebar, yang baru pensiun berlipat peneriamaannya dibanding yang sudah lama.
Yah, bahkan Dirut lama, ada yang sudah almarhum dan ada yang masih hidup, atau yang setingkat di bawahnya adalah penerima pensiun dibawah UMR Jakarta. Pasti ada yang tidak beres, apapun alasannya, bukan?

Bagaimanapun, gejala ini adalah puncak dari gunung es yang lebih dalam dan besar masalahnya, budaya perusahaan, cakrawala, kebijakan, dan tujuan. Sudah banyak saya dan teman2 tulis, tetapi tak mempan. Semoga Direksi yang baru bisa bertindak cepat, tanpa ditunda lagi, agar masalahnya tidak makin membusuk. (Salam, AphD)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close