Kristiani dan Hindu

Penyakit menghindar

Apakah Bapak atau Ibu bersedia menjadi Ketua RT ?

Apakah Bapak atau Ibu bersedia menjadi Pengurus Organisasi Pensiunan ?

Apakah Bapak atau Ibu bersedia menjadi Pengurus P2TEL?

 

Jawaban yang biasa kita temukan, antara lain

Saya sudah tua sudah saatnya menikmati waktu. Saya sibuk mengasuh cucu.Serahkan saja kepada mereka yang lebih muda. Saya kan tidak mampu.. dan lain sebagainya .

Sikap “Menghindar” sering kita temukan dibalik alasan alasan tadi.

 

Penulis akan mengupas Pertobatan Niniwe (Surat Yunus 3: 1-10) , Markus 1 : 14-20 dan Surat Paulus Kepada Jemaat Di Kolose.

 

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian ; Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku. Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. (Yunus 1:1-3)

 

Inilah sikap menghidar yang ditunjukkan oleh Yunus.

Selanjutnya dikisahkan mengalami ombak besar dan Yunus bersedia dicampakkan ke laut oleh para penumpang kapal dimakan ikan dan seterusnya sampai

 

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu. Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. (Yunus 3:14-20)

…..dan seterusnya

Betapa sulitnya proses keterpanggilan Yunus untuk melaksanakan firman Nya. Meskipun akhirnya juga melaksanannya.

 

Jadi menghindar dari Perintah Allah itu sudah terjadi sejak dulu .

Ini sangatlah berbeda dengan yang dikisahkan dalam Injil Markus 1 : 14-20

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia

 

Dua sikap seperti diatas sering bergejolak didalam hati kita ketika kita dihadapkan kepada tawaran perbuatan pelayanan yang kita terima karena kita hanya mengandalkan akal pikiran kita.

 

Bapak Ibu yang dikasihi Allah,. Dan didalam melaksanakan suatu pekerjaan apalagi pekerjaan yang melayani sesame hendaknya selalu berpegang pada Surat Paulus Kepada Jemaat Di Kolose Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. hendaknya kita ingat kepada Injil Markus 12 : 30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu

 

Jadi marilah kita terpanggil untuk melayani Tuhan dengan bersedia menjadi pelayan sesama seperti menjadi Pengurus RT, RW , apalagi pengurus P2TEL, sesuai dengan pernyataan Ketua Umum P2TEL bahwa menjadi Pengurus P2TEL ini adalah Ibadah (bekerja di Ladang Tuhan) dan mewakafkan waktu.

 

Tuhan memberkati. (Sub)

 

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close