Kesehatan

Penyakit kulit aneh

Kasus “penyakit kulit aneh” yang menimpa para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menjadi news menarik di berbagai negara. Penyakit itu cukup mengerikan dan mematikan karena membuat daging meleleh, dan anggota tubuh terputus atau lepas, dan akhirnya si penderita tewas.

Berbagai media online, misalnya mirror.co.uk, melaporkan sebagai ISIS is danger of being wiped out by deadly flesh eating deaces; menyampaikan itu adalah penyakit Leishmaniasis, dan pembawa virusnya adalah seekor lalat spesies tertentu yaitu gigitan sejenis lalat genus Lutzomyia dan Phlebotomus.

Melalui gigitan yang tak terasa sakit, pembawa parasit mengirimkan virus mematikan yang akan terus menggerogoti daging tempat bermukimnya. Leishmaniasis berakibat borokan, demam tinggi, sel-sel darah merah yang rendah, pembesaran limpa dan hati yang berujung pada kematian.

Selain lalat, faktor penyebaran Leishmaniasis ke sejumlah besar milisi ISIS di Irak dan Suriah adalah kolam renang yang mereka gunakan. Kolam itu biasa dipakai para pasukan ISIS mandi secara bersama atau bergantian. Serangan penyakit juga diduga berasal dari kebersihan lingkungan yang buruk.

Kolam renang juga biasa dipakai pasukan ISIS yang belumuran darah setelah membunuh; setelah dari medan tempur dengan badan dan pakaian mereka yang berlumuran darah, jorok, kotor, dan berbau karena tak pernah mandi.

Mereka langsung terjun ke dalam kolam renang, dan sering kali air kolam ikut menjadi merah. Bisa dibayangkan berapa banyak kuman yang berkumpul menjadi satu dan menyebar pada diri pasukan ISIS

Dengan sikon itu, Leishmaniasis (disebut ebola baru) makin menyebar di kalangan pasukan ISIS, dan satu demi satu penderitanya mati atau tewas ditembak rekannya . (Pak Oto; http://m.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/15/04/07/nmf4ca-milisi-isis-mulai-terjangkit-penyakit-berbahaya)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close