Iptek dan Lingk. Hidup

Mitos keliru tentang nge-Charge batere Ponsel

KOMPAS.com – Baterai mungkin adalah salah satu komponen yang tersering ditanyakan dari sebuah ponsel. “Bagaimana cara mengisi yang benar?” atau “Haruskah saya mengisi baterainya sepanjang malam?” ada dua contoh pertanyaan yang sering diajukan.

Sayangnya, informasi soal baterai cenderung simpang siur dan kadang saling bertentangan sehingga menimbulkan mitos keliru. Pengguna bisa dibuat bingung. Apa mitos keliru tentang baterai ponsel? Berikut ini 10 di antaranya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Tech Republic, Jumat (3/7/15).

1. Baterai punya “ingatan”
Anda mungkin pernah dengar saran agar secara rutin mengosongkan seluruh kapasitas baterai kemudian mengisinya penuh2 agar “ingat” dengan kapasitas aslinya. Ada pula anjuran untuk tak mengisi baterai sebelum kosong.

Mitos ini salah karena siklus pengisian seperti itu tak mempengaruhi kinerja baterai. Sering mengisi baterai sebelum benar2 habis pun tak akan merusaknya. Efek ingatan alias “memory effect” memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi baterai Lithium Ion modern tak terdampak.

2. Baterai harus diisi dengan charger bawaan
Beberapa charger berkualitas buruk bisa berbahaya buat ponsel. Namun bukan berarti Anda harus selalu memakai charger bawaan ponsel untuk mengisi baterainya.

Charger USB manapun bisa dipakai mengisi baterai ponsel, tapi kinerjanya ber-beda2. Charger yang mampu menyalurkan arus 2A, bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger 1A. Ada juga kemampuan khusus seperti fast charging yang hanya bisa digunakan bila ponsel diisi charger bawaan.

3. Baterai ponsel akan rusak apabila diisi semalaman
Menancapkan ponsel ke charger sebelum tidur adalah kebiasaan yang lazim dilakukan banyak orang. Nah, apakah hal ini bisa mengakibatkan “overload” atau merusak baterai? Jawabnya tidak. Ponsel kini cukup “pintar” memutus arus listik otomatis ketika baterai terisi penuh, walau masih tersambung ke charger.

4. Jangan pakai ponsel saat di-charge
Menggunakan ponsel saat sedang tersambung ke charger tidak akan berpengaruh buruk pada baterai. Entah digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya.

Lagipula, ponsel kerap mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang di-charge, misalnya untuk mengunduh update software lewat Wi-Fi ataui sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai ponsel saat sedang diisi baterainya.

5. Mematikan ponsel bisa merusak baterai
Baterai di ponsel tidak akan rusak apabila perangkat dimatikan. Memang, kapasitas baterai sedikit demi sedikit akan berkurang ketika perangkat dimatikan dan disimpan dalam waktu lama, tapi hal ini normal terjadi dan tak perlu dicemaskan.

Anda pun bisa mematikan dan melepas baterai (apabila memungkinkan) tanpa perlu khawatir. Tak ada salahnya pula mematikan ponsel beberapa saat untuk “mengistirahatkan” perangkat. Proses reboot yang dilakukan setelahnya bahkan bisa menyelesaikan beberapa masalah terkait fungsi baterai.

6. Baterai ponsel harus diisi penuh sebelum digunakan
Banyak orang mengisi baterai ponsel hingga mencapai 100 persen sebelum mulai menggunakannya. Ini keliru karena tak ada keuntungan apapun yang bisa diperoleh dari hal tersebut.

Baterai ponsel bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40-80%. Baterai kebanyakan ponsel juga diisi setengah penuh dari pabrik sehingga kita bisa langsung menggunakan begitu dikeluarkan dari kemasan.

7. Menaruh baterai di freezer/menjemur bisa memperpanjang umurnya
Mitos yang satu ini berasal dari masa lalu dan sama sekali tidak benar, apalagi bagi baterai Lithium-Ion modern yang justru bisa mengalami kerusakan akibat panas atau dingin berlebih.

8. Berselancar di internet adalah kegiatan paling menguras baterai
Kegiatan yang paling menyita kinerja adalah bermain game 3D yang rakus sumberdaya. Karena itu, bermain game juga merupakan kegiatan yang paling menguras baterai.

Berselancar di internet pun bisa cukup berdampak pada kapasitas baterai, tergantung jenis konten yang diakses. Online gaming dan video YouTube, misalnya, akan lebih cepat mengurangi daya tahan baterai ketimbang browsing konten berbasis teks.

9. Mematikan Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS akan memperpanjang umur baterai
Ketiga fungsi ini hanya akan memakai listrik ketika dijalankan, misalnya GPS yang akan aktif ketika pengguna menjalankan aplikasi pemetaan. Menyalakan Bluetooh, GPS, dan Wi-Fi pun tak akan terlalu berpengaruh pada kapasitas baterai secara keseluruhan.

Masih ingin menghemat baterai? Anda bisa mengurangi tingkat kecerahan layar karena komponen ini adalah yang paling menguras daya baterai pada ponsel.

10. Task manager membantu baterai bertahan lebih lama
Aplikasi task manager pihak ketiga sebenarnya tak membantu memperpanjang masa hidup baterai lebih lama dibanding task manager bawaan, meskipun menawarkan kemampuan untuk memasukkan proses tertentu ke dalam whitelist/ blacklist.

Task manager bisa berguna untuk mengendalikan aplikasi yang berjalan, tapi jangan berasumsi bahwa ia akan turut memperpanjang umur baterai. (Editor: Reza Wahyudi ; http://tekno.kompas.com/read/2015/07/03/11372617/10.Mitos.Keliru.soal.Cara.Nge-charge.Baterai.Ponsel)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close