Kesehatan

Nyeri pinggang karena kejepitnya syaraf?

KOMPAS.com – Nyeri pinggang sepertinya jadi penyakit langganan orang yang banyak bekerja di belakang meja. Sebagian orang meyakini nyeri itu disebabkan adanya saraf kejepit. Dugaan saraf kejepit menurut dr.Jimmy F.A Barus, spesialis saraf, harus dibuktikan pemeriksaan mendalam. Namun, menurutnya nyeri pinggang akibat saraf kejepit hanya 3-5 persen saja.

“Orang yang sakit saraf kejepit biasanya sebelum pernah jatuh dari ketinggian atau mengalami kecelakaan. Saraf kejepit juga pada umumnya baru muncul di usia 45 tahun ke atas,” katanya dalam acara bertajuk Ketahui dan Pahami Cara Penanganan Nyeri yang Tepat yang diadakan oleh Pfizer di Jakarta (2/7/15).

Hampir 70 persen kasus nyeri pinggang disebabkan karena urat tertarik. Urat tertarik, lanjut Jimmy, disebabkan oleh kekakuan otot akibat kita jarang bergerak dan kurang berolahraga. Posisi duduk yang salah juga lama kelamaan bisa menyebabkan nyeri pinggang.

Penyebab lain nyeri pinggang adalah rematik tulang punggung, namun kondisi ini umumnya diderita oleh mereka yang berusia di atas 70 tahun.

Meski begitu, keluhan nyeri punggung sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai dengan tanda-tanda lain, seperti bagian bawah tubuh terasa baal, kesemutan, dan gangguan saat buang air kecil atau buang air besar.

“Untuk kasus saraf kejepit, dokter saraf akan minta bantuan ahli fisioterapi. Biasanya pasien disarankan banyak bergerak karena kalau tiduran saja punggung justru jadi kaku. Dengan melakukan peregangan punggung akan lebih lentur,” katanya. (Lusia Kus Anna; http://health.kompas.com/read/2015/07/04/130000123/Apa.Saja.Ciri.Nyeri.Pinggang.karena.Saraf.Kejepit.)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close