Iptek dan Lingk. Hidup

Listrik di perbatasan Timor Leste akan menyala serentak

Listrik di 5 daerah perbatasan dan pulau terluar di NTT akan dinyalakan serentak pada HUT Proklmasi RI, 17/8/2015. GM PLN Wilayah NTT Richard Safkaur di Kupang, Senin (3/7) mengatakan penyalaan listrik serentak itu akan dilakukan Presiden Jokowi di Denpasar, Bali, bersamaan daerah perbatasan lain di Tanah Air.

Kegiatan ini sebagai bagian dari program nasional penyalaan listrik di Daerah Perbatasan, Pulau Terluar, dan daerah terpencil Indonesia Timur.

Lima daerah itu ialah Oepoli, Desa Netemnanu, Kec-Amfoang Timur, Kab-Kupang yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste. Desa Naekake A, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.

Kemudian 4 desa di Kec-Atambua Barat, Ka-Belu, berbatasan dengan Distrik Bobonaro Timor Leste yakni Takirin, Foheka, Nananaet dan Nananoe. Selanjutnya Desa Alas, Kec-Kobalima, Kab-Malaka, berbatasan dengan Distrik Covalima, Timor Leste, dan Pulau Ndao, pulau terluar yang berbatasan dengan perairan Australia.

“Saya beri batas waktu penyalaan listrik di daerah perbatasan, terpencil dan pulau terluar dalam wilayah NTT pada 10 Agustus. Dan untuk tahap awal diusahakan bisa menyala dalam radius satu kilometer perbatasan, sisanya akan dilanjutkan setelah tanggal 17 Agustus,” kata Safkaur.

Richard Safkaur mengaku memimpin langsung percepatan pembangunan bangunan sipil, penempatan mesin, penanaman tiang, pembangunan jaringan udara tegangan menengah (JUTM) dan jaringan udara tegangan rendah (JUTR). Bahkan ia ikut melakukan sosialisasi ke warga masyarakat yang bermukim di daerah perbatasan negara.

Ia mengatakan warga di daerah perbatasan sudah dibagikan layanan listrik Sehen, akan dimigrasikan menjadi pelanggan PLN regular tanpa membayar lagi biaya pasang baru. “Pelanggan Sehen cukup membayar biaya instalasi kepada mitra PLN atau kontraktor listrik,” kata dia.

“Kami mengawasi kontraktor yang melakukan instalasi di rumah2 pelanggan baru atau migrasi dari pelanggan Sehen agar tidak memungut biaya melebihi ketentuan. Pengawasan juga dengan melakukan kerja sama dengan aparat desa dan tokoh masyarakat setempat, kata Safkaur. (Q-1; http://www.mediaindonesia.com/misiang/read/2720/Listrik-di-Perbatasan-Timor-Leste-Menyala-Serentak-pada-17-Agustus/2015/08/03)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close