Kesehatan

Mitos tentang Stres

KOMPAS.com – Stres berperan penting dalam gaya hidup kita. Tak sedikit yang mengalami stres hanya karena hal-hal kecil di dalam hidupnya. Ada beberapa mitos tentang stres yang mungkin belum kita ketahui dan setelahnya kita dapat belajar untuk bebas dari stress. Apa sajakah itu?

 

  1. “Hanya tanda utama dari stres yang perlu diperhatikan”

Kita mungkin sering mengabaikan hal kecil yang menjadi tanda dari stres, seperti sakit kepala. Orang-orang umumnya hanya memperhatikan tanda utama. Yang perlu diketahui adalah, jika kita mengabaikan hal kecil, maka akan menyebabkan stres menjadi parah atau kronis yang akan berakibat pada depresi.

 

  1. “Stres menjadi bagian dari kehidupan, terima saja”        

Ini tidaklah benar. Seseorang memang menghadapi stress dalam banyak situasi, namun tidak berarti menerima stres begitu saja dan menjadikannya bagian dari kehidupan. Stres dapat dihilangkan, misalnya dengan melakukan perencanaan serta menentukan prioritas dalam hidup. Stres bukan sesuatu bagian menetap dari kehidupan.

 

  1. “Stres disebabkan karena terlalu banyak bekerja”

Bekerja yang berlebih tidak menjadi penyebab stres, yang menjadikan stres adalah tekanan yang dibutuhkan saat bekerja. Oleh karena itu, jika seseorang berpikiran untuk mengurangi stress adalah dengan mengurangi pekerjaannya, itu tidak tepat. Kerjakan dan fokuslah pada satu pekerjaan untuk mengurangi stres. Jangan melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu yang sama.

 

  1. “Stres disebabkan hanya karena masalah eksternal”

Stres tidak hanya disebabkan oleh masalah atau faktor eksternal. Faktor internal nyatanya juga berpengaruh dan akan menyebabkan stres, yaitu hubungan kita dengan keluarga atau pasangan dan kesehatan tubuh.

 

  1. “Yoga dan meditasi akan mengurangi stres”

Yoga dan meditasi memang dapat membantu pikiran dan tubuh lebih santai, namun tidak semua orang dapat terbantu dengan metode ini untuk mengurangi stres. Hal ini nyatanya juga tergantung pada keadaan masing-masing individu.

 

Diri kita sendiri harus menemukan cara mengurangi stres yang tepat sesuai dengan situasi yang ada.

Namun, ketika menemukan caranya, ini tidak berarti kita membiarkan diri berada terus dalam keadaan stress karena mengganggap ada “obat” penghilang stres.

 

  1. “Merokok dan minum alkohol akan mengurangi stress”

Ini sama sekali tidak benar. Merokok atau minum minuman beralkohol tidak ada hubungannya dengan pengurangan stres. Bahkan sebaliknya, tindakan tersebut justru akan memicu stres pada seseorang. Tidak hanya itu, merokok dan minuman beralkohol akan berdampak buruk lebih banyak pada kesehatan tubuh kita.

 

  1. “Stres menyebabkan penyakit jantung

Yang menjadi tidak benar adalah, ternyata stres tidak hanya akan menyebabkan penyakit jantung, namun juga akan memengaruhi otak serta hampir seluruh bagian tubuh. Oleh karena itu, stres akan memicu banyak penyakit. (Bestari Kumala Dewi; intisari online dan http://health.kompas.com/read/2015/10/04/110500623/Ketahui.7.Mitos.Tentang.Stres)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close