Kesehatan

Gus Ipul berhenti setelah merokok 20 th

Surabaya-Rokok ternyata sempat jadi bagian kehidupan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Tak tanggung2, ia sempat merokok selama lebih dari 20 tahun. Namun akhirnya ia berhasil menghentikan kebiasaan tak sehatnya di tahun 2007. Saat itu pria yang akrab disapa Gus Ipul itu berupaya berhenti merokok.

Sayangnya niat baik Gus Ipul tak berbuah sukses. “Sampai suatu saat saya merokok itu rasanya nggak enak” tuturnya ke detikHealth. Tak punya pikiran macam2, ia berusaha mempertahankan kebiasaannya dengan mengganti ke merek rokok lain. Tapi meski dicoba berulang kali, ia tetap merasakan ketidaknyamanan.

“Pahit gitu. Tapi akhirnya saya mikir mungkin ini saatnya berhenti. Nah sejak itu (berhenti merokok, red)”. Ayah 4 anak itu mengaku tubuhnya lebih bugar setelah berhasil berhenti ngebul. Tak heran Gus Ipul juga jarang mengeluh capek kendati harus berkunjung ke berbagai tempat dalam sehari.

Apa yang terjadi pada Gus Ipul mirip dengan yang diutarakan dr Elisna Syahruddin, PhD, SpP(K) dari Persatuan Dokter Paru Indonesia ketika ditanya metode paling ampuh berhenti merokok. Menurutnya, ini tak muluk. “Cara berhenti merokok ya berhenti aja, nggak usah pakai teori2. Yang terpenting itu nawaitu alias niatnya” katanya.

Secara terpisah, Fuad Baradja, aktivis penanggulangan masalah rokok yang mantan perokok mengatakan berhenti merokok banyak cara dan bisa dilakukan kapan pun. Hal terpenting dalam proses itu ialah keinginan atau niat yang kuat. Berangkat dari pengalamannya, Fuad mengatakan jika tidak ada niat yang kuat berhenti merokok, cara apapun yang dilakukan akan percuma.

“Sebab, orang itu bisa saja berhenti tapi mudah relaps (merokok lagi). Namun jika niatnya sudah kuat, tidak pakai cara apapun juga bisa berhenti merokok,” timpalnya. (lll/vit; Rahma Lillahi Sativa; http://detik.id/6icIj8)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close