Pengalaman Anggota

Pak Waya dagangan ayam kecap serundeng

Mungkin masih ingat ceritaku setahun yl tentang p Waya? Orang tua ini sekarang usianya 85 tahun, tetapi setelah sekian lama tidak muncul, kebetulan lewat maka kuajak mampir kerumah. Masih biasa, dagangannya ayam kecap dan ayam serundeng.

Ketika kutanya kemana saja selama ini, diceritakanlah bahwa baru ikut Umroh anaknya dan beberapa waktu menderita sakit. Setelah sembuh agar tidak keliling jualan maka anaknya meminta dia, menunggu dagangan baju muslim dikios pasar baru Bandung.

Ternyata karena ortu ini tidak bisa diam maka tidak lama, hobynya memanggil untuk kembali berdagang ayam serundeng. Setiap hari dia masak ayam kampung dengan menu ayam mentega kecap serta ayam serundeng. Semuanya dikerjakan sendiri, karena istri sambungnya tidak bisa masak resep pak Waya.

Sehabis subuh, dia berangkat dari desanya di Banjaran dengan angkot, turunTegallega dan mulailah keliling ke toko2 sepanjang jalan Otista. Konsumennya ? Para pemilik toko toko yang kebanyakan kaum Tionghoa yang terkenal selektif terhadap harga dan makanan.

Dengan modal 400 ribuan, dia dapat menjual hingga 700 an hampir 100 %.. Itulah yang mendorong p Waya tidak betah tinggal diam, duduk manis menunggu toko anaknya. Bebas berkreasi, bebas berrekreasi diperjalanan serta tidak menghadapi tekanan kecuali karena sakit.

Anaknya, seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya, sudah hidup berkecukupan. Mereka sebenarnya ingin bapaknya mau nurut untuk hidup pensiun disaat usianya sudah senja. Ditawarkanya rumah dan mobil tapi semua ditolak, pak Waya lebih senang tinggal dirumah panggung di Banjaran daripada di Komplek elit seperti Muara dan Batununggal. Tidak bebas katanya, tidak ada yang jual ikan asin keliling.

Lingkunganku jadi ramai lagi setiap pagi, sekalipun suaranya melemah tetapi teriakannya menggugah bayangan seorang tua yang terus tegar berjuang menghadapi kehidupan. ” Neng, ayam, ayam serundeng neng” berulang ulang disepanjang jalan. Semoga kegigihannya membawa inspirasi bagi kita semua yang tergolong muda dan masih penuh asa.. (Sunarto SA)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close