Islam

Filosofi Mijil yang Islami

Di sela merampungkan naskah Buku, Pacitan The Heaven Of Indonesia, boleh donk saya coba Filosofi Mijil mengambil salah satu bab yang saya tulis dibuku ini, lalu saya share ke teman2 melalui media blog, yang berguna memperkuat argumen saya dan kajian filosofi tembang mijil dalam masyarakat Jawa.

 

Setelah me-riset kajian studi karakterisasi masyarakat Jawa, saya temukan satu hal menarik tentang filosofi tembang Mijil, yang saya dapatkan dari narasumbernya langsung, beliau adalah Bapak Susianto, sesepuh di Desa Kasihan, Tegalombo Pacitan, yang kebetulan juga Rama saya.

 

Yang saya dapat dari tembang mijil, tata nilai yang harus dipegang teguh, tentang : Persaudaraan, keilmuan, kesantunan, dan berbagai perangkat etika yang lain. Saya temukan tembang Mijil ini Islami, latar belakang tembang ini, dan nilai moral penerapan nilai2 islam dalam aktivitas keseharian manusia.

 

Didalam tembang macapat, jawa, kita mengenal Tembang Mijil. Tembang ini dalam beberapa referensi digunakan sebagai metode dakwah Islam, beberapa referensi menyebut Mijil, karya dari Ja’far Shodiq atau sunan kudus. Referensi lain mengatakan Mijil digunakan oleh Sunan Gunung Jati berdakwah.

 

Sedikit gambaran, menurut ahli tafsir sastra Jawa, tembang Macapat itu urutan perjalanan seseorang dari lahir sampai mati. “Mijil” adalah pertama. Secara harfiah : Muncul atau tampil, ditafsirkan sebagai kelahiran. Ada yang menjelaskan merupakan kelahiran fisik bayi lahir dari kandungan ibunya, ada juga yang menafsirkan kelahiran ketika orang mulai ingin menjadi baik, dikatakan sebagai kelahiran kembali.

 

Menurut narasumber yang sama, bapak Susianto, Tembang Mijil ini punya seperangkat tata nilai dan etika dalam konteks masyarakat Jawa. Salah satu syair Mijil yang terkenal : Dedalane guno lawan sekti kudu andhap asor Wani ngalah dhuwur wekasane Tumungkula yen dipun dukani Bapang den simpangi ono catur mungkur Makna moral yang disampaikan dalam bait lagu ini, sebagai studi karakteristik Jawa, adalah berikut ini :

 

1-Dedalane guno lawan sekti. Dibuka dengan kalimat yang mengabarkan jalan agar seseorang bisa bermanfaat dan sakti. Pemaknaan ini sebuah pengingat kita sebagai manusia, tujuan hidup bisa dilihat dari dua perspektif yaitu mempersiapkan bekal setelah mati (karena manusia pasti mati).

 

Juga melakukan sesuatu agar kesempatan kita hidup di dunia ini, jadi kehidupan yang bermakna dan memberi manfaat bagi kehidupan. Sakti bisa ditafsirkan tentang gambaran sebuah pengetahuan dan ketrampilan seseorang.

 

Bait ini bisa diterjemahkan secara jalan agar kita bermanfaat di dunia ini kapasitas yang dimiliki. Seorang islam harus berilmu sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Karena kalau iman saja, tanpa ilmu, maka itu tidak berguna. Maka harus berilmu dulu, beriman, lalu aplikasi dalam bentuk amal.

 

2-Kudu andhap asor. Yang berarti harus bisa menempatkan diri sehingga bisa menghargai orang lain. Andhap asor artinya ‘dibawah’. Bukan dilihat sebagai kita berada dibawah, tapi dilihat sebagai kita menempatkan orang lain lebih tinggi dari kita, selalu kita hargai, selalu kita hormati.

 

Tidak peduli dia pejabat atau bukan, pandai atau tidak, kita tetap harus menghargai sebagai sesama manusia. Dan menariknya, kalimat ini jadi bait kedua setelah kalimat pembuka. Seolah memberi penekanan mengenai awal seseorang harus mampu ‘tahu diri’, sehingga bisa ‘menempatkan diri’. Untuk mampu ‘membawa diri’ kita pada tujuan sebagai manusia. Ini tata nilai islam, ber akhlak baik, atau disebut akhlaqul karimah.

 

3-Wani ngalah dhuwur wekasane. Adalah bait ketiga, memiliki makna ketika kita diminta mengalah justru membutuhkan keberanian. Biasanya orang berbicara agar seseorang harus berani agar menang. Tapi ini tidak, justru kita harus berani mengalah.

 

Dalam islam kita paham musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri, egonya sendiri. ‘Mengalah’ bukan berarti kita kalah terhadap orang lain, ‘mengalah’ adalah ketika kita bisa menang atas diri kita sendiri. Sehingga benar juga kata orang-orang itu, bahwa untuk menang harus berani.

 

Tapi dalam kalimat itu menang terhadap diri kita, kita memiliki kendali terhadap diri kita sendiri. Kita mampu memimpin diri kita. Itulah arti ‘mengalah’, dan hal tersebut memang butuh keberanian. Meiliki sikap mengalah akan meningkatkan derajat kita sebagai seorang muslim dimata Allah Ta’ala.

 

4-Tumungkula yen dipun dukani. Secara harfiah ini berarti ‘jangan membantah bila kita dimarahi’. Kita melihat ‘dimarahi’ bisa berarti oleh orang lain, bisa oleh ‘kehidupan’, ‘alam’, dan diujung perenungan itu bisa ‘oleh’ Pencipta. Bencana, kecil-besar, menimpa diri pribadi atau umat, adalah saat kita ‘dimarahi’.

 

Kita menemui kegagalan. Dan ‘tumungkul’ berarti ‘jangan membantah’. Diartikan saat ‘dimarahi’ ; ‘tidak membantah’, tidak melawan, tidak putus asa, pantang menyerah, dan tidak saling menyalahkan. ‘Tidak membantah’ diartikan diam, mau merenung, mau belajar. Sebagai muslim, generasi pembelajar sejati ini wajib dilakukan. Bahasa kerennya adalah ‘Tarbiyah madal hayah’.

 

5-Bapang den simpangi. Bapang nama gubahan tarian yang dikonotasikan bentuk ‘hura-hura’. Bait ini diartikan agar sebaiknya menghindari hal2 bersifat ‘hura-hura’. Lebih jauh dimaknai sebagai hal2 yang hanya ada dipermukaan. Karena konotasi ‘bapang’ bisa diperluas ke hal2 yang tampak indah dipermukaan tapi dalamnya rapuh.

 

Mungkin ini bisa dijabarkan ke sikap pargmatis, yang menuhankan eksistensi dan pencitraan diri, sifat suka dipuji, senang kalau orang lain meng-agung2kan kita. Hal itu sebaiknya dihindari. Inilah yang dalam Islam disebutkan dengan memiliki sikap qonaah, sederhana, dan tidak berlebih – lebihan.

 

6-Ono catur mungkur. Bait terakhir ini bermakna hafiah hindari pergunjingan. Biasanya berawal dari prasangka buruk. Kalimat ini inspirasi, alih2 kita menanggapi prasangka buruk terhadap kita, sebaiknya justru kita lebih fokus pada yang baik kita kerjaan, dalam rangka memberi manfaat. Terus berkarya dengan yang kita miliki, dengan yang kita punya.

 

Ini seri otokritik untuk Indonesia. Pertengkaran yang sebaiknya dihindari. Dalam islam, hukum bergunjing, ghibah, itu diharamkan. Beberapa hal yang bisa diambil dari filosofi tembang mijil dalam masyarakat, yaitu etika, jelas tercermin dalam semua baitnya, baik bait pertama sampai terakhir.

 

Yang kedua nilai dakwah islam di tiap baitnya. Selain karya ini dibuat orang islam, nilai2 yang terkandung sangat Islami, yang didalamnya tentang makna persaudaraan, makna kesederhanaan hidup, makna kesantunan sikap, makna anti perpecahan.

 

Simbol tentang kekuatan yang harus dimiliki agar menebar manfaat di kehidupan, dan banyak lagi nilai dakwah di tembang Macapat Mijil. Akhirnya kita tahu, betapa tembang Mijil ini Islami. Selamat nembang. (Akung Pras; Dari grup FB ILP-Dwi Al Munir; Panji Anom Kaliwinong ; http://www.kompasiana.com/dwipurnawan/tembang-mijil-yang-sarat-makna-islami_55101f29a333117c39ba7ee0)-FR

————

 

Sajian IBO lainnya : Menaikan kadar iman
Agar kadar iman dalam diri qta tidak menurun qta harus selalu menjaga dan memelihara keimanan qta secara baik dan qta upaya supaya lebih meningkat lagi. Namun utk meningkatkn kadar keimanan bukanlah hal yang mudah karena banyaknya godaan yang mampu meruntuhkan keimanan qta. Berikut ini ada beberapa hal yg dpt qta lakukn utk mmpertebal kadar keimanan qta.

  1. Memperbanyak ilmu agama yg bersumber pada Al Quran dan Hadist. Dlm hal ini banyakyang dapat qta lakukan dalam pengetahuan qta tentang agama islam diantaranya:

a). Memperbanyak membaca Al Quran dan merenungkan maknanya. Ayat2 Al Quran memiliki target yg luas dan khusus sesuai kebutuhan masing2 orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhan. Dilain sisi ayat Al Quran dapat dan mampu membuat menangis seorang pendosa atau membuat tenang bagi seorang pencari ketenangan.

 

“Ini sebuah kitab yg Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat2nya dan supaya mendapat pelajaran orang2 yang mempunyai pikiran” (Qs Shaad: 29). “Kami turunkan dari Al Quran suatu yg menjadi penawar dan rahmat bagi orang2 yang beriman dan Al Quran itu tidak menambah kepada orang2 yg lalim selain kerugian (Qs al -Israa’: 82)

  1. b) Mempelajari sifat2 ALLAH. Bila qta memahami sifat2 ALLAH yang Maha Mendengar,  Melihat dan Mengetahui maka dengan sendirinya akan menahan lidahnya anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yg tidak disukai ALLAH SWT.

Bila qta mmahami sifat ALLAH yg Maha INDAH, AGUNG, PERKASA maka makin besarlah keinginan utk bertemu ALLAH dihari akhirat dng memenuhi syarat yg diminta ALLAH yaitu memperbanyak amal ibadah. Bila qta memahami sifat ALLAH yg Maha SANTUN, HALUS, PENYABAR maka qta malu ketika marah dan hidupnya merasa tenang karena tahu bahwa qta dijaga Tuhan secara lembut dan sabar.
c), Mempelajari sejarah khidupan Rasulullah SAW.
Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan rosul akan menumbuhkn rasa kecintaan qta padanya dan berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan2 beliau selaku utusan ALLAH SWT.

  1. d) Mempelajari kualitas agama islam
    Perenungan terhadap syariat Islam, hukum2nya, akhlak yg diajarkan, perintah dan larangannya akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan agama islam menyeluruh dari segala aspek.Merenungkan tanda2 kebesaran ALLAH SWT yang ada di alam
    Alam diciptakan ALLAH pasti ada kekuatan luar biasa yg mampu menciptakan alam sempurna ini , sebuah struktur dan sistem kehidupan yg rapi mulai dari tata surya galaksi hingga struktur pohon yg sempurna. Adalah lumrah sesuatu yg tak mungkin diciptakan manusia, pasti diciptakan yg Maha Kuasa, Maha Besar. Ini menambah kecilnya qta dan menambah kekaguman, cinta dan iman qta ke Sang Pencipta alam semesta ini.

    3. Melakukan amal kebaikan dengan ikhlas.
    Amal perlu digerakan mulai dari hati kemudian terungkap mlalui lidah qta dan kmudian anggota tubuh qta. Selain ikhlas diperlukn usaha dan keseriusan utk mlakukan amalan2 ini.

1) amalan hati
Dilakukan melalui pembersihan hati qta dari sifat2 buruk, selalu jaga kesucian hati. Qta ciptakan sifat sabar dan tawakal penuh takut dan harap ke ALLAH, menjauhi sifat tamak kikir prasangka buruk dsb.
2) Amalan lidah
Perbanyak baca Al Quran, zikir bertasbih tahlil takbir istighfar mengirim salam ke rosul dan mengajak orang lain kepada kebaikan melarang kemungkaran.
3) Amalan anggota tubuh
Dilakukn melalui kepatuhan shalat pengorbanan bersedekah shalat berjamaah di masjid bagi pria dan perjuangan berhaji bagi yg mampu. Mari qta upaya maksimal. (Bude Koesh-72; dari grup WA72)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close