Pengalaman Anggota

KBY-Surat lengkap dengan denah

Tahun 1980-an Pak Johar bekerja di Makassar dan kos di sebuah rumah yang terletak di Jalan Anuang nomor 130 sekian. Pada saat itu mencari tempat kos di sana masih sulit, sebab belum banyak warga asli yang menampung anak kos. Kalau rumah dikontrakkan sih banyak.

Maka yang banyak menampung anak kos adalah para pendatang yang ‘kasihan’ melihat para pendatang bujangan mencari rumah kos. Di rumah kos itu Pak Johar tinggal bersama dangan 6 bujangan, teman kantor.

Lama tinggal di rumah itu membuat Pak Johar dan kawan2 jadi saling dekat termasuk dengan keluarga yang punya rumah kos. Apalagi di antara mereka ada yang seumur dengan Pak Johar dan kawan2, namanya Mas Aren. Juga, waktu itu hiburan masih kurang, maka mereka sering menonton TV bersama yang menambah keakraban.

Setelah pindah ke Pulau Jawa menjelang tahun 1990-an. Pak Johar sempat beberapa kali datang ke rumah kos itu, karena ada tugas dari kantor ke sana, mampir. Ahirnya Pak Johar dengan keluarga itu berkomunikasi dengan telepon rumah dan telepon seluler.

Sekian tahun kemudian, ternyata nomor telepon rumah sudah berganti, nomor rumah juga ganti. Nomor telepon seluler salah satu anggota keluarga, yaitu Mas Aren, juga tidak bisa dihubungi. Maka Pak Johar merasa kehilangan saudara. Mau mengirim surat juga tidak tahu nomor rumahnya.

Untuk menaymbung tali silaturahim, beberapa waktu lalu Pak Johar mengirim surat ke keluarga Mas Aren, di Makassar, menanyakan kabar dan mencamtumkan nonor HP dirinya agar bisa dihubungi.

Karena nomor rumah di Makassar itu berubah, maka oleh Pak Johar di amplop surat digambarkanlah denah rumah itu. Untuk membantu mempermudah Pak Pos menemukan alamatnya. Jangan sampai surat yang sudah ditulisnya, serta dikirim dengan biaya mahal, tidak sampai.

Beberapa hari kemudian Pak Johar mendapat telepon dari Mas Aren, dia bilang surat Pak Johar baru saja sampaidi rumahnya. Mas Aren juga bilang bahwa, Mas Aren sekeluarga merasa “surprise” alias sangat terkejut.

” Baru kali ini ada surat disertai denah rumah”, kata Mas Aren. Orang alamat surat kok dilengkapi dengan denah, takut salah alamat, takut tidak sampai. KBY. Kok bisa ya ? ; (Widartoks 2016;l dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close