Aku cinta Indonesia

Operasi sergap jaga harga beras

Jakarta – Sesuai inpres Jokowi agar panen raya tahun ini harga gabah di petani tidak jatuh, Kemtan telah mencanangkan Operasi Serapan Gabah (Sergap) Nasional. Dengan langkah ini diharapkan petani menikmati untung di saat panen raya.

Untuk itu, Mentan Andi Amran Sulaiman meluncurkan program perdana sekaligus pencanangan serap gabah nasional di Desa Babakan, Kec-Cisaat, Kab-Sukabumi, pada 12/3/16. Kebijakan ini mencegah anjloknya harga gabah di petani pada musim panen Maret-April. Harga gabah petani diupayakan sesuai harga pembelian pemerintah (HPP), yaitu Rp 3.700 per kg gabah kering panen (GKP).

Keterangan tertulis Kemtan, (14/4) : Selain bekerja sama dengan Perum Bulog, Kemtan menggandeng Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), TNI, BRI, dan penyuluh pertanian untuk menyerap gabah petani di daerah.

Dengan anggota yang tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia, diharapkan kerja sama ini dapat mempercepat penyerapan gabah oleh Bulog. Dengan demikian, target Bulog menyerap 3,9 juta ton gabah dengan harga sesuai HPP pada periode panen raya ini diharapkan berhasil.

Di samping ditujukan jaga stabilitas harga pembelian gabah sesuai HPP dan menjamin stok cukup di Bulog, Operasi Sergap ini ditujukan memotong rantai pasok dari gabah ke beras yang panjang. Selama ini, rantai pasok itu mengakibatkan disparitas harga gabah ke beras yang cenderung melebar.

Rantai pasok gabah ke beras yang semula mengalir pada 9 level, melalui Operasi Sergap dipangask menjadi hanya 3 level. Dengan cara ini, diyakini bahwa harga beras di tingkat konsumen pun dapat dikendalikan pada harga sesuai HPP beras yaitu Rp 7.300 per kg.

Melalui operasi ini, stok terjamin, petani dan konsumen mendapat harga wajar. Berdasar data series tahun2 terkait perilaku harga gabah dan beras yang dikumpulkan Biro Humas dan Informasi Publik Kemtan, diketahui tiap kenaikan harga GKP 5% berdampak peningkatan harga beras 25%-30%.

Sebaliknya, turunnya harga gabah petani hampir tidak berdampak pada turunya harga beras.
Dari fakta itu, selayaknya harga GKP dan beras terus dikontrol. Dengan kewajaran harga itu, ada dampak positif, yakni harga beras di tingkat konsumen bersaing dengan beras impor, inflasi dapat dikendalikan, tak perlu impor karena stok cukup, dan kesejahteraan petani terwujud menjamin kontinuitas produksi.

Sejak pencanangan Operasi Sergap 12/3/16, Kemtan bersama Bulog menetapkan target serap gabah periode panen raya saat ini (Maret–Mei) 3,9 juta ton GKP. Target tiap provinsi, Jatim dapat terserap 1 juta ton, Jateng 615.000 ton, Jabar 650.000 ton, Sulsel 500.000 ton, Lampung 150.000 ton, NTB 241.500 ton, Sumsel 150.00 ton, dan sisanya di provinsi lain.

Dari target Sergap 3,9 juta ton tersebut, tercatat sampai dengan minggu pertama April 2016, total gabah yang terserap sudah mencapai kurang lebih 792.000 ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015, gabah yang diserap tersebut meningkat 3 kali lipat.

Penyerapan gabah tersebut diharapkan terus meningkat mencapai 3,9 juta ton sampai dengan akhir panen raya musim tanam Oktober-Maret ini. Diharapkan serapan gabah perhari mencapai 30.000 sampai 40.000 ton per hari.

Upaya Ekstra
Kemtan yakin target Operasi Sergap akan tercapai melalui upaya ekstra, di samping kerja sama dengan Bulog dan BRI. Upaya ekstra tersebut yaitu, pertama, Kemtan menggerakkan 50.000 tenaga harian lepas petugas penyuluh lapangan di seluruh Indonesia untuk ikut menyerap gabah.

Kedua, Kemtan menggelontorkan dana Rp 20 triliun untuk menyerap gabah petani di seluruh Indonesia melalui Bulog. Ketiga, Bulog menegaskan komitmennya untuk menyerap gabah petani melalui Penandatanganan Pernyataan Komitmen Penyerapan Gabah Petani oleh para pejabat terkait.

Keempat, dukungan TNI melalui Babinsa sebagai pendamping dan pelaku. Kelima, Kemtan membentuk tim khusus menyerap gabah dan beras petani selama panen raya yang berlangsung Maret-Mei tahun ini. Keenam, komitmen penyerapan gabah petani ini didukung berbagai pihak terkait termasuk DPR RI.

Kemtan berharap, melalui kerja bareng simultan ini, jelang panen raya akhir Maret, petani diminta tak khawatir merosotnya harga gabah. Selain itu, jelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, konsumen tetap mendapat harga wajar. (Aditya L Djono/ALD
Press Release; http://www.beritasatu.com/industri-perdagangan/360057-operasi-sergap-jaga-harga-beras-di-tingkat-petani-dan-konsumen.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close