Kesehatan

Senjata Nenek Ros-berpikir positif melawan Kanker

Jakarta, Mengalami kanker rahim dan payudara bergantian, tak membuat Rosalinde (77) patah semangat. Wanita yang disapa Ros ini selalu berpikir positif melawan kanker. “Saat divonis saya merasa tidak masalah. Anggap kanker itu seperti penyakit biasa dan tetap semangat,” kata Ros saat berbincang dengan detikHealth.

Ia berpendapat jika mengalami kanker harus selalu suka cita, berdoa, bersyukur dan berpikir positif. “Berpikir postif tetapi harus dengan hati yang jernih ya. Aku juga selalu nurut apa kata dokter. Misalnya dokter bilang operasi, aku akan operasi,” tutur mantan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini.

Ros berupaya melawan efek tidak enak akibat penyakitnya. Salah satu cara Ros tetap mengonsumsi makanan meski makan saat itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Maklum, saat menjalani kemoterapi, perut terasa mual ingin muntah. Rasa makanan pun jadi tak seenak biasanya.

“Waktu itu dokter bilang kalau aku nggak makan, nanti nggak ada tenaganya. Lalu aku disuruh banyak makan mulai dari sambal sampai ayam taliwang. Aku jadi merasa lebih kuat dan sehat,” jelas wanita yang mengalami kanker rahim pada tahun 1979.

Selain kanker, Ros mengalami beberapa penyakit lain. Salah satunya ia pernah sakit batu ginjal. Dokter pernah memprediksi Ros akan lumpuh selama 3 bulan. “Dibilang lumpuh 3 bulan, aku tidak masalah dan anakku telah membuat kebutuhan aku selama 3 bulan,” cerita ibu dari 4 orang anak ini.

Sebuah keajaiban datang. Ia hanya butuh 3 hari bisa kembali berjalan. “Melihat itu, dokter terkejut dan memeluk saya seperti tidak percaya. Ia bilang kalau aku jangan pulang dulu dan aku nurut” tutup wanita yang telah 20x operasi ini. (vit/vit; http://health.detik.com/read/2016/08/24/200521/3282835/1202/berpikir-positif-jadi-senjata-nenek-ros-lawan-kanker?l992203755)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close