Pengalaman Anggota

Kesehatan-Jangan memijat terlalu kuat

Pak Adas mempunyai seseorang yang sudah seperti ibunya sendiri. Beliau ini usianya di atas 80 tahun, namun masih energik. Sekalipun beliau pensiunan dan putra-putrinya mandiri semua, beliau tetap bekerja agar mempunyai kegiatan, bisa membantu orang lain dan tidak cepat pikun.

 

Beliau kerjanya “part timer”-tidak setiap hari, tergantung yang mengundang. Kadang beliau bekerja sehari atau dua hari mengerjakan sesuatu di tempat orang yang mengundang. Bulan2 tertentu akan banyak yang mengundang beliau. Pekerjaan ini telah belaiau tekuni sejak sebelum pensiun.

Beberapa waktu lalu beliau mendapat undangan untuk bekerja di kota lain. Kebetulan pekerjaannya memerlukan naik turun tangga (undakan) dari lantai satu ke lantai dua beberapa kali. Maka ketika pekerjaan sudah selesai dan pulang, sampai di rumah badan sakit semua dan kecapaian.

 

Dipanggillah tukang pijat langganannya. Ketika dipijit di telapak kaki terasa sakit dan enak, sepertinya di situlah sumber penyakitnya. Maka dia minta sang tukang pijat berlama-lama memijat telapak kakinya.

Sehari kemudian, ternyata telapak kakinya menjadi bengkak dan beliau malah tidak bisa berjalan, harus memakai tongkat atau merambat dari kursi ke kursi atau benda lain di rumah. Saat itu beliau baru menyadari, ternyata beliau dipijat terlalu kuat dan lama.

Nah, ini pelajarannya. Jangan mau dipijat terlalu kuat. Memang sih, kalau badan sakit lalu dipijat kurang kuat, bagi orang yang hobi dipijat, “kurang mantap”. Akan tetapi pijatan yang terlalu kuat apalagi lama bisa membuat otot dan syaraf terganggu. Bisa juga mengakibatkan bengkak (bahasa Jawanya”njarem”).

Demikian pula yang suka pijat refleksi di telapak kaki dengan alat bantu kayu atau plastik, tidak boleh terlalu kuat, sebab bisa merusak urat syaraf kaki. Terutama untuk yang sudah berumur di atas 50 tahun dan atau berbadan kurus.

 

Anda bisa bayangkan urat syaraf kaki itu bisa diibaratkan seperti serabut kabel kecil sekali, kalau ditekan kuat dengan jari apalagi kayu atau plastik, bisa-bisa rusak atau putus. Nah, kalau ada syaraf putus tentu akan membuat kaki menjadi sakit yang lebih parah.

 

Jika badannya gemuk bolehlah dipijat agak kuat, sebab syarafnya tersembunyi di bawah daging atau lemak.  Bagi yang suka pijat, janganlah terlalu kuat kalau dipijat. Apa ukuran kuat? Kalau setelah dipijat ada bengkak2 dan terasa sakit kalau dipegang (“njarem”), itu berari terlalu kuat. (Widartoks 2016; dari grup FB-MKPB Telkom)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close