Iptek dan Lingk. Hidup

Ceri (BT 103)

Banyak orang tidak suka pohon Talok, Kersen, atau Ceri ini. Akarnya menjalar kemana-mana merusak fondasi pagar, sampah daunnya seakan tidak ada habisnya, kayunyapun tidak terlalu baik untuk kayu bakar, belum lagi ulat kecilnya yang berwarna hitam putih dan orange.

 

Tapi banyak orang suka buahnya yang merah menyala. Kayunya yang liat tidak mudah patah, mengundang anak-anak “bertengger” pada dahannya, memburu buahnya yang ranum pada ujung daun.

Setiap butir buah Muntingia calabura ini mengandung banyak biji yang lembut, yang disukai kelelawar atau burung. Mereka menjatuhkan butiran bijinya disembarang tempat, menempel pada tembok-tembok yang lembab dan tumbuhlah anakan Ceri dimana-mana.

 

Alam menyediakan banyak bibit Ceri tak perlu orang menyemainya. Orang Brazil sengaja menanam pohon ini disepanjang sungai, selain untuk mencegah longsor, juga buahnya menjadi makanan ikan. Pintar juga mereka ya? Gambar Google (Sadhono Hadi; dari grup FB ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close