Psikologi

Belajar memilih dan berjuang seperti Elang

Banyak faktor yang membuat kita sering gagal dalam hidup ini, sengaja kita lakukan atau hal lain yang terjadi dan kita lakukan tanpa kita sadari. Pada dasarnya, semua bisa membuat kita terpuruk dan tidak bisa melangkah maju meraih sukses dalam kehidupan kita.

 

Berbagai hal itu, bisa saja jadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Padahal sering kita sadar kebiasaan inilah yang jadi hambatan bagi kesuksesan kita. Namun, kita tak kunjung berubah dan meninggalkannya, justru kita sering kembali dan mengulangnya. Ini sama saja dengan selalu mengulang kegagalan.

 

Tanggalkan kebiasaan buruk dan tidak bermaanfaat

Pertama yang harus dilakukan untuk perubahan hidup kita dengan menanggalkan kebiasaan2 buruk kita selama ini. Ini bisa saja jadi pekerjaan tidak mudah, sebab kebiasaan2 itu melekat dan jadi bagian dari diri kita. Sehingga wajar jika seseorang sulit mengubah berbagai kebiasaan buruk nya.

 

Entah suka atau tidak, pada dasarnya kita memang seringkali tidak menyadari jika kita telah memelihara banyak kebiasaan yang merugikan diri kita sendiri, misalnya: senang membuang-buang waktu dan menunda pekerjaan, tidak disiplin dan suka membuang banyak kesempatan, boros dan tidak perhitungan, serta berbagai hal lainnya yang tidak berguna namun seringkali kita lakukan.

 

Kita telah terbiasa dan begitu nyaman menjalani ini dalam kurun waktu yang sangat panjang dan bahkan mungkin hampir seluruh hidup kita. Meninggalkan berbagai kebiasaan ini, sudah pasti sama dengan meninggalakan kenyamanan diri kita sendiri, siapkah kita untuk melakukan ini?

 

Belajar dari elang yang gagah

Kita bisa belajar tentang nilai sebuah perubahan dari elang yang gagah yang merupakan unggas dengan umur terpanjang di dunia, yakni bisa mencapai 70 tahun lamanya. Namun ketahuilah bahwa hal ini tidak bisa dicapai dengan mudah, sebab di usia 40 tahunan elang harus memilih sebuah keputusan berat di dalam hidupnya.

 

Di usia ini, cakarnya mulai melemah, paruhnya bertambah panjang dan membengkok, dan bahkan sayapnya menjadi berat akibat ditumbuhi bulu yang lebat. Elang akan kesulitan untuk terbang, bahkan mencari makan.

 

Elang dihadapkan pada 2 pilihan sulit, antara melakukan sebuah transformasi yang sangat berat dan menyakitkan atau berdiam sambil menunggu kematiannya. Untuk bertahan hidup, elang harus memilih transformasi yang panjang dan memakan waktu hingga 150 hari.

 

Dia akan berupaya keras untuk terbang dan mencapai puncak gunung dan kemudian membuat sarang di tepi sebuah jurang yang terjal, elang akan tinggal di sana dan menjalani transformasinya. Hal pertama yang akan dilakukannya adalah mematuk-matukkan paruhnya yang tua ke permukaan bebatuan yang keras, hingga paruh itu tanggal dari mulutnya.

 

Elang akan berdiam selama beberapa waktu dan menunggu tumbuhnya paruh yang baru. Dengan paruh baru tersebut, elang akan menanggalkan satu persatu cakarnya dan menunggu hingga cakar tersebut tumbuh kembali.

 

Cakar baru ini akan digunakan mencabuti bulu tubuhnya satu persatu, yang tentu sangat menyakitkan. Dibutuhkan waktu hingga 5 bulan, agar bulu-bulu tersebut tumbuh kembali, setelah itu elang yang gagah dapat terbang dan menjelajahi angkasa kembali dengan perkasa selama 30 tahun ke depan.

 

Ini tentu bukan sebuah proses yang mudah, yang bisa dilalui hanya dalam waktu sekejap saja. Begitu juga dengan perubahan di dalam diri kita, terkadang kita harus melaluinya dengan sangat menyakitkan, melelahkan dan bahkan begitu menyedihkan. Namun, itu semua akan sesuai dengan hasil yang baik dan perubahan yang kita dapatkan.

 

Cerita tentang kisah elang yang gagah ini mengajarkan kita untuk berusaha apabila ingin melakukan perubahan demi mencapai hidup yang lebih baik. Semoga cerita motivasi ini bermanfaat dan jangan lupa baca artikel lainnya hanya di sipolos. (http://www.sipolos.com/elang-yang-gagah/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close