Kesehatan

Pemudik bersepeda motor harus istrirahat dua jam sekali

Jakaarta-Pekan ini, jalur mudik mulai dipadati pemudik tujuan ke berbagai daerah. Selain bermobil atau kendaraan umum, kendaraan sepeda motor jadi primadona masyarakat Indonesia menjalankan rutinitas mudik ke kampung halaman di Hari Raya Idul Fitri.

Sayangnya, kendaraan ini tak dianjurkan oleh pakar kesehatan untuk mudik, khususnya perjalanan jauh. Pasalnya, pemudik yang menggunakan motor kerap menganggap remeh rasa lelah pada tubuh. Padahal, jika hal tersebut dibiarkan bisa mengurangi konsentrasi hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Oleh karena itu, agar perjalanan mudik berjalan lancar, dokter spesialis kedokteran olahraga, Dr. Rachmad Wishnu Hidayat, Sp.KO menyarankan pemudik dengan motor rutin melakukan istirahat. Idealnya, istirahat dilakukan setiap dua jam sekali untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

“Ketika duduk dua sampai tiga jam tubuh akan terasa pegal. Biasanya rasa pegal dibadan, diotot tubuh dipunggung bawah setelah dua sampai tiga jam duduk. Karena itu usahakan dua jam sekali istirahat,” papar Dr Rachmad di Jakarta.

Selanjutnya untuk merilekskan otot-otot tubuh dan membuat tubuh kembali bugar, pemudik disarankan untuk melakukan peregangan selama lima hingga 10 menit. Sementara untuk tempat istirahat, pemudik bisa memanfaatkan fasilitas umum yang sudah tersedia di jalur mudik.

“Umumnya pegal2 itu akibat tubuh statis. Karena itu lakukan peregangan2 ringan. Tiap gerakan peregangan lakukan 2x dan tahan selama 30 detik. Baru jalan lagi. Jika ngantuk obatnya tidur. Bukan energi drink atau kafein. Jadi pas mudik dan ngantuk stop di rumah makan, musala, masjid atau SPBU ┬ádan tidur 30 menit” (alv; Diana Rafikasari; https://lifestyle.sindonews.com/read/1214739/155/pemudik-dengan-sepeda-motor-harus-istirahat-tiap-2-jam-sekali-1497800551)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close