Wisata dan Kuliner

Pesona Klenteng Sam Poo Kong(1/2)

(pesona.indonesia.travel)- Kisah Laksamana Cheng Ho bagi warga Semarang seolah tak ada habisnya. Kenangan hadirnya Cheng Ho masih terasa saat Anda ke Klenteng di Simongan, Semarang Barat. Lokasi ini lebih dikenal  dengan Klenteng Sam Poo Kong atau Klenteng Gedong Batu.

 

Bangunannya 1.020 m2 dan didominasi warna merah sangat megah, juga banyaknya kepulan asap dupa dan bau hio, membuat Anda seakan di China. Dari berbagai sudut ada penganut Budha, Konghucu, dan Tao berdoa di tempat itu. Bangunan berarsitektur Cina ini jadi destinas wisata khusus keagamaan.

 

Di klenteng ini ada patung raksasa Laksamana Cheng Ho setinggi 10,7 mt berbahan perunggu beratnya  3,7 ton jadi ikon pariwisata. Klenteng, sebutan bangunan peribadatan umat Tridharma terdiri dari : penganut Budha, Kong hu cu dan Taoisme. Dalam perkembangannya tiap agama memiliki bangunan peribadatan masing2, tapi orang Indonesia lebih mengenal nama Klenteng.

 

Klenteng Sam Poo Kong ini unik karena memiliki nilai sejarah berhubungan dengan Laksamana Cheng Ho, pelaut Muslim dari Cina yang terkenal dengan perjalanan muhibahnya ke penjuru dunia membawa misi damai. Keunikan lain pengguna Klenteng Sam Poo Kong adalah umat Tridharma dan hampir semua umat beragama.

 

Bangunan klenteng itu bangunan tunggal beratap susun. Beda dengan type klenteng yang ada di Pecinan, klenteng ini tidak memiliki serambi atau balai gerbang yang terpisah, di bagian tengahnya terdapat ruang pemujaan Sam Po.

 

Saat Laks-Cheng Ho berlayar melewati Laut Jawa ada awak kapalnya sakit yaitu Wang Jinghong atau (Dampo Awang atau Kiai Jurumudi Dampo Awang). Cheng Ho memerintahkan buang sauh, merapat ke pantai utara Semarang dan mendirikan masjid di tepi pantai yang kini berubah fungsi jadi Klenteng.

 

Bangunan itu kini di tengah Semarang akibat Pantai Utara Jawa mendangkal karena sedimentasi dan  lambat-laun daratan makin bertambah luas. Saat mendarat di Pelabuhan Simongan (Kali Semarang), Cheng Ho memerintahkan mendirikan masjid dan klenteng. Kini jadi Klenteng Gedong Batu. Ketika sampai di darat Cheng Ho menemukan sebuah gua batu yang digunakan semedi dan bersembayang.

 

Karena nyaman disitu, ia putuskan istirahat di tempat ini. Selama menetap dia ajarkan penduduk bersawah dan berladang. Lalu ia berlayar lagi, tapi banyak awak kapal yang menikah dengan penduduk, menetap di Simongan hingga kini.

 

Untuk mengenang jasa2 Laks-Cheng Ho, penduduk membangun sebuah Klenteng di sekitar gua Batu tempat semedi Laksamana Cheng Ho itu. (Bahan dari :  https://pesona.indonesia.travel/destinasi/jawa/jawa-tengah/klenteng-sam-poo-kong/)-FatchurR*** Bersambung……

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close