Wisata dan Kuliner

Fenomena Crown Shyness di Hutan Mangunan Bantul

(merdeka.com)-Kawasan hutan pinus Mangunan di Dlingo, Bantul, Yogyakarta itu area hutan lindung yang dikelola Resort Pengelolaan Hutan. Hutan ini perlahan berkembang jadi daerah wisata. Dulu wisata hutan kurang familiar di kalangan anak muda.

 

Tempat2 seperti ini hanya dikunjungi oleh yang benar2 cinta alam. Tapi sejak meluasnya penggunaan Instagram dan jejaring sosial lain, hutan pun jadi pilihan berwisata. Hal ini juga terjadi di hutan Mangunan. Pohon2 pinus merkusi di sini mendadak jadi properti foto traveler milenial.

 

Dengan hammock, amphiteater mini dari kayu, dan bukit2 cantik dan properti foto, jadilah hutan pinus Mangunan spot foto kekinian di Instagram. Terlepas dari fotogeniknya hutan Mangunan, tempat ini indah alami untuk dinikmati mata telanjang, tanpa bantuan lensa DSLR, mirrorless, atau kamera ponsel. Tapi tak banyak yang menyadari keunikan di bagian atasnya, tepatnya di pucuk pepohohan.

 

Jika kita tengadah ke atas, dahan2 pinus yang dirimbuni daun tampak berjauhan. Menciptakan celah yang kentara. Ini yang disebut crown shyness. Normalnya dahan pohon yang berdekatan tumbuh saling menghimpit hingga membentuk kanopi dedaunan yang sering kita saksikan di foto2 panorama. Tapi dalam beberapa kesempatan pohon2 tumbuh menjauh seperti dahan malu2 satu sama lain.

 

Fenomena di dunia botani ini belum bisa dijelaskan akurat oleh para ilmuwan. Walau begitu, bukan berarti kita tak bisa menikmati keunikannya tanpa harus ber-tanya2 apa yang jadi penyebabnya.

 

Jika ingin menyaksikan fenomena crown shyness di Mangunan, silakan ke kawasan Dlingo, Bantul. Tempat ini terbuka 24 jam. (tsr; Tantri Setyorini; Bahan dari :  (https://www.merdeka.com/gaya/kita-bisa-menikmati-fenomena-crown-shyness-di-hutan-mangunan-bantul.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close