Aku cinta Indonesia

Tahun 2030 RI Jadi Negara Tujuh Besar

(cnnindonesia.com/ekonomi)-Presiden menyebut Indonesia akan jadi negara ke-7 dengan perekonomian terkuat di dunia pada 2030. Indonesia berpotensi masuk 5besar ekonomi terkuat di dunia (2045).

“Pada 2030, ± negara kita akan masuk 7 atau 10 besar ekonomi terkuat di dunia,” ujarnya di Hotel Grand Paragon (27/3).

Saat ini, Indonesia berada di posisi 16 dengan Produk Domestik Bruto (PDB) US$932 miliar persis di bawah Meksiko. Adapun 5 besar negara ber-PDB terbesar di dunia : AS, US$18,62 triliun, China US$11,2 triliun, Jepang US$4,94 triliun, Jerman USD3,47 triliun, dan Inggris sebesar US$2,65 triliun.

Posisi itu, (Peringkat 16) setelah segala terobosan dilakukan, mulai dari memangkas perizinan investasi dari pusat hingga ke daerah, serta menerbitkan sejumlah program seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menekan angka kemiskinan.

Indonesia menurut dia, memperoleh kenaikan peringkat kemudahan berinvestasi (Ease of Doing Business) tahun lalu jadi 72 dari 120 pada 2014. Respons positif diberikan sejumlah lembaga survei internasional seperti Moody’s, Fitch Ratings, dan StandardandPoor (S&P).

Untuk itu, Presiden mengajak semua pihak terutama pimpinan dan anggota parlemen di daerah tetap optimistis pada perekonomian kita. Pemerintah terus berusaha meningkatkan perekonomian negara. Kendati demikian, masih banyak hal yang harus diperbaiki dan tantangan yang ditemui di lapangan terutama menekan angka kemiskinan. Namun, hal2 itu akan selesai jika semua pihak bersinergi.

“Ini harus menimbulkan optimisme. Meski masih ada masalah. Ini tugas bersama menyelesaikannya”. (agi;  Christie Stephanie; Bahan dari :   https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180327165527-532-286313/bukan-bubar-jokowi-sebut-ri-jadi-negara-tujuh-besar-di-2030)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close