Islam

Pengusaha Daging Ayam mendirikan Masjid Megah di Sleman

(suaramerdeka.com)-Sleman; Berawal dari jualan 5 ekor karkas ayam kampung di Pasar Terban Kota Jogja, kemudian bertansformasi jadi pengusaha bisnis  ayam pedaging skala nasional, Hj. Suciati Saliman Riyanto Raharjo mewujudkan impiannya sejak kecil mendirikan sebuah masjid.

 

Masjid Suciati pun dengan megah berdiri di Jalan Gito Gati, Pandowoharjo, Sleman. “Peletakan batu pertama Masjid Suciati dilakukan 2/8/2015 dan tiga tahun kemudian tanggal 13/5/18 masjid ini diresmikan untuk digunakan beribadah masyarakat,” papar Humas Masjid Suciati, Meigha, (14/5).

 

Masjid Suciati didirikan di atas lahan 1.600 m2. Desain masjid ini akulturasi atau perpaduan kultur Timur Tengah dengan kultur Jawa. Kultur Timteng tampak dari desain pintu berlapis emas di sepanjang tepi pintu yang sama persis dengan pintu Masjid Nabawi di Madinah. Pintu Masjid Suciati berjumlah 9 buah yang menggambarkan jumlah Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di tanah jawa.

 

“Menara yang tinggi menjulang berjumlah 5 menggambarkan mengenai jumlah waktu sholat dalam satu hari. Menara ini terdiri dari menara induk 1 buah dan menara anak 4 buah. Desain dalam masjid Suciati juga sama dengan Masjid Nabawi di Madinah” papar dia.

 

Kultur Jawa terlihat dari desain atap berbentuk limas. Masjid ini memiliki bedug sebagai penanda waktu salat yang dibuat pengrajin bedug di Cirebon, berukuran 170 cm berdiameter 130 cm. Terbuat dari Kayu Trembesi utuh usia 127 tahun  dari Majalengka.  Kulit bedug terbuat dari kulit kerbau jantan.

 

“Masjid ini terdiri dari 3 lantai dan basement. Lantai pertama digunakan sebagai Gedung Serbaguna, lantai 2 dan 3 untuk sholat berjamaah. Lantai Basement bisa digunakan untuk kegiatan prasmanan, menyimpan perlengkapan dan yang menunjang kegiatan di Masjid. Harapannya dengan berdirinya masjid Suciati ini bisa sebagai pusat kegiatan ke Islaman masyarakat” jelas dia.

 

Menurut Meigha, Hj Suciati atau lebih dikenal dengan Ibu Saliman merintis usaha sejak SMP pada 1966. Dimulai pemotongan ayam manual di rumah terus berkembang hingga memiliki Rumah Potong Ayam (RPA) modern yang bernama RPA Saliman dengan brand ayam “SR” yang telah tersertifikasi Halal MUI dan NKV (Nomor Kontrol Veteriner) di kawasan Pandowoharjo, Sleman.

 

Tahun 2009 didirikan RPA Suci Raharjo di Jombang, Jatim dan pada 2014 didirikan lagi PT Sera Food Indonesia yang memproduksi makanan beku (frozen food) melalui brand Hato dan oOye yang telah tersertifikasi Halal MUI dan MD BPOM.

 

Kini, produk ayam dan frozen food terdistribusi di seluruh Indonesia baik modern dan tradisional market. Pesatnya perkembangan bisnis ini wujud dari falsafah atau pandangan hidup beliau bahwa Urip Iku Urup yaitu dengan se-banyak2nya memberi manfaat pada orang lain melalui membuka lapangan pekerjaan di Saliman Group.

 

Kini di usia (66) Suciati ingin lebih banyak lagi memberi manfaat, tidak hanya pada karyawan tapi juga ke segenap masyarakat. “Termasuk saat ini kiprahnya dalam kegiatan sosial keagamaan dengan mendirikan masjid”. (Gading Persada / CN19/Sm Network; https://www.suaramerdeka.com/news/baca/85330/pengusaha-daging-ayam-dirikan-masjid-megah-di-sleman)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close