Islam

Masjid Berjalan-Batal Hadir di Asian Games-2018

(beritasatu.com)-JAKARTA; Pencipta masjid berjalan Yasuhara Inoue menuturkan pihaknya gagal menampilkan dan menyediakan proyek spektakulernya di Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

 

Rencana bawa masjid berjalan itu ke Indonesia gagal terealisasi karena waktu mepet antara peluncuran masjid berjalan ini dengan jadwal perhelatan pesta OR terbesar Asia itu. “Ukuran dan berat truk 50 ton ini sulit dibawa. Kita punya usaha membuat masjid berjalan berpartisipasi dalam AG-2018, tapi karena  mepet, akhirnya diputuskan tak jadi.

 

Pertama meluncurkan 23/7/18 kita sudah usaha tapi belum bisa, apalagi harus izin Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan Panitia Pelaksana AG-2018 (Inasgoc) yang butuh waktu” kata Inoue di Jakarta (23/8).

 

Kepala Panitia Pelaksana Masjid Berjalan dan CEO Yasu Project Co mengungkapkan kabar baiknya masjid berjalan itu akan dihadirkan dalam Olimpiade Tokyo (2020). Hal ini jadi fasilitas yang bisa dinikmati atlet dan suporter muslim. Bila sukses mungkin berlanjut ke Piala Dunia Qatar 2022. Pihaknya berharap pemeluk agama Islam bisa beribadah 5 waktu.

 

Keinginan itu butuh perjuangan karena harus disetujui Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan PM Jepang. Pihaknya sudah mengajukan proposal permohonan masjid berjalan disebar di 10 titik di dekat venue2 pertandingan Olimpiade.

Masjid yang diklaim berteknologi tercanggih Jepang ini, dihadirkan di Olimpiade Tokyo dengan tujuan solusi bagi umat Islam yang ingin beribadah. Sebab, masjid di Jepang dinilai jarang dan berjarak jauh.

 

“Di Jepang sedikit sekali masjid, di venue Olimpiade kalau keluar itu jauh. Jadi, solusinya masjidnya yang datang ke sana ?”. Masjid berukuran 48 m2 ini bisa menampung 50 jemaah dan didesain dengan tempat wudu, kompas, dan karpet yang keseluruhannya ramah lingkungan. Produk ini dilengkapi berbagai peralatan. Mobil ini bisa melebar di kedua sisi lantai, hingga 48 m2.

 

Dilengkapi pendingin udara, ruang tertutup dan tempat wudu menjadikan masjid berjalan ini nyaman untuk beribadah. Masjid juga memiliki sistem penyemprot ruangan yang memanfaatkan kristal mineral, sejenis air kesehatan yang diolah berteknologi canggih dan membuat jamaah lebih sehat dan bugar.

 

“Peserta olimpiade dan paralimpik muslim, bisa memanfaatkan masjid ini untuk salat. Masjid berjalan berupa truk besar ini dibandrol 100 juta yen atau setara Rp 14 miliar” tutup Yasuhara. (Hendro DS Sittumorang; HA; Bahan dari :  Suara Pembaruan dan http://www.beritasatu.com/olahraga/506816-waktu-mepet-masjid-berjalan-batal-hadir-di-asian-games.html)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close