Iptek dan Lingk. Hidup

Teknologi baru Daur Ulang Limbah Plastik(2/3)

(liputan6.com)-Sampah Elektronik membludak hingga 49,8 Juta Ton di 2018

Sampah Elektronik ternyata tengah menjadi salah satu permasalahan utama bagi seluruh negara dunia. Sebab, semakin ke sini jumlah sampah elektronik kian bertambah.

 

Setiap tahun, pertumbuhannya bisa meningkat 5%. Menurut penelitian dari United Nations University, jika diukur dalam skala global, jumlah sampah elektronik akan terus bertambah hingga 49,8 juta ton hingga 2018. Tingkat pertumbuhannya sendiri berkisar pada 4-5%.

 

Adapun benua ‘penyumbang’ Sampah Elektronik terbanyak di dunia jatuh pada Asia. Di Asia, jumlah sampah elektronik bisa bertambah hingga 63 persen dalam lima tahun (2010-2015). Demikian dilansir Forbes, Sabtu (25/11/17).

 

Pada kenyatannya, Asia memang merupakan benua dengan pasar dan industri elektronik terbesar. Mirisnya, perangkat elektronik yang digunakan ternyata memang tidak bisa didaur ulang atau bahkan digunakan kembali.

 

Sampah elektronik di Asia (2015) mencapai 12,3 juta ton. Jika dibandingkan, angka tersebut sama dengan 2,4 kali lipat dari berat Piramida Agung di Giza, Mesir. Jika dikulik, Hong Kong dan Singapura ternyata menjadi negara dengan kontribusi tertinggi penyumbang Sampah Elektronik per kapita.

 

Untuk Hong Kong sebanyak 21,7 kilogram, sedangkan Singapura 19,95 kilogram. (Jeko IR; Bahan dari : https://www.liputan6.com/tekno/read/3462110/berkat-teknologi-baru-daur-ulang-limbah-plastik-bisa-lebih-cepat)-FatchurR * Bersambung……..

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close