Iptek dan Lingk. Hidup

Agar Ponsel tidak Meledak

(cnnindonesia.com/teknologi)-JAKARTA, Baterai-bagian paling berbahaya dari ponsel, sebab bagian ini rentan terbakar dan meledak. Hal ini diungkap pengamat teknologi Alfons Tanujaya.

Selain itu, menurutnya api yang ditimbulkan dari ledakan baterai juga berbahaya karena bersumber dari bahan kimia yang sulit dipadamkan dengan air. “Bahan kimianya kalau disiram air malah melebar dan kalau terkena kulit bisa luka bakar yang parah” jelasnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (8/2).

Menurut Alfons penyebab utama baterai ponsel bisa terbakar dan meledak lantaran hubungan pendek. Hubungan pendek ini bisa dipicu oleh beberapa hal.

 

1-Desain Ponsel Kurang Baik
Pertama dari desain arsitektur ponsel yang kurang baik, seperti yang sempat terjadi pada kasus Samsung Galaxy Note 7.

Dari hasil penyelidikan Samsung, terdapat cacat desain di sudut kanan atas ponsel itu. Kesalahan desain ini membuat elektroda baterai bermasalah dan rentan tertekuk. Pembatas yan

 

2-Menggunakan ponsel sembari diisi daya

Kedua, hubungan pendek juga bisa terjadi karena panas berlebih pada perangkat. Panas berlebih ini bisa disebabkan oleh penggunaan ponsel sembari mengisi daya, misalnya. “Jangan pernah pakai ponsel saat di-charge. ¬†karena saat di charge terjadi pengisian arus, terjadi aliran listrik, dan ketika ini terjadi, kemungkinan adanya kesalahan sangat besar,” tegasnya lagi.

 

“Apalagi nge-charge sambil dipakai telepon atau main game,” jelas Herry SW, pengamat teknologi yang dihubungi terpisah. Ia menjelaskan kalau penggunaan ponsel saja sudah menghasilkan panas. Ditambah pengisian daya juga mengaruskan listrik yang punya potensi menimbulkan panas dan korsleting.

 

3-Ganti Baterai yang sudah menggelembung
Alfons mengingatkan untuk mengganti atau menghindari menggunakan perangkat yang baterainya mulai menggembung. Sebab, baterai itu mulai rentan terjadi korsleting.

“Gendutnya karena dia membengkak. Ketika bengkak, kalau ada rangkaian yang tertekan, jadi rentan terjadi korsleting. Apalagi kalau sampai ditekan-tekan. Waduh, jangan deh, bahaya,” tuturnya.

 

4-Perhatikan Asesoris Ponsel yang dipakai
Denny, salah satu penjual asesoris ponsel juga menyebut kalau pengguna mesti memerhatikan kualitas aksesoris ponsel yang mereka pakai agar tak menyebabkan hubungan pendek pada ponsel.

Hal senada diungkap pengamat teknologi, Herry. Bahwa, aksesoris yang kurang baik biasanya tidak memiliki pemutus daya otomatis (autocut) ketika terjadi panas berlebih. Charger dan powerbank yang kurang berkualitas tidak memiliki fungsi ini.

Sehingga, ia akan terus melakukan pengisian daya ke perangkat meski baterai telah terisi penuh. Hal ini bisa memicu panas berlebih pada perangkat. Menurut Alfons, panas berlebih ini jika perangkat sudah bersuhu di atas 80 derajat Celcius.

Kabel pun berpengaruh pada pengisian daya baterai. Sebab, bisa jadi kabel kurang baik mengalirkan arus yang berlebihan. (eks; Bahan dari : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190208231142-185-367646/tip-agar-ponsel-tidak-meledak)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close