Iptek dan Lingk. Hidup

ITB Rilis Base Station 4G Infinitebe-Internet Cepat

(tekno.tempo.co)-BANDUNG; Seiring berkembangnya teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perlahan menyusupi berbagai kehidupan dan jadi kebutuhan.

 

Mengingat ada peluang terserap industri2 berbasis teknologi yang kini bermunculan, AI jadi bidang pengetahuan yang diajarkan di tingkat universitas, salah satunya di ITB. Tak melulu dari para pengajar di universitas, praktisi AI berpeluang menelurkan ilmu mereka pada mahasiswa, kata Menristek-PT, M.Nasir, di Bandung.

 

Dia tak menampik jika salah satu syarat seseorang bisa mengajar di kampus ialah sudah mendapatkan gelar master di bidang ilmu yang dia tekuni. Namun, bukan berarti tak ada peluang bagi para praktisi yang belum menempuh pendidikan magister mengajar di universitas.

 

“Bisa jadi dosen tamu, menguatkan (pemahaman) mahasiwa mengenai kondisi di lapangan. Kami tekankan pada sains dan teknologi. Karena sifatnya lebih aplikatif dan mendekat pada industri yang lebih sesuai” kata dia. Nasir mencontohkan, Politeknik Maritim Negeri Indonesia di Semarang, beberapa pengajarnya praktisi bidang nautica hingga teknik.

 

“Contohnya kami punya Politeknik Maritim di Semarang. Dosennya yang S2 hanya 22 dari 28 orang, ada dosen yang D4 dan D3, tetapi punya pengalaman seorang nautica, teknika dan nakhoda kapal.

 

Pengalaman ada yang 10 tahun, 15 tahun. Dia punya sertifikat kompetensi. Lulusan 100 persen diserap industri,” papar dia. “Untuk AI, jangan-jangan mereka punya keahlian luar biasa para praktisi ini.”

Dalam kesempatan itu, alumni ITB yang juga Founder & CEO Bukalapak, Achmad Zaky mengatakan AI sudah menjadi bagian mata kuliah di kampusnya, walau sifatnya pengantar.

 

Dia berharap nantinya bidang pengetahuan ini bisa menjadi mata kuliah di universitas, mengingat urgensi kebutuhannya untuk dunia industri.

 

“Di zaman saya ada mata kuliah AI, tapi hanya pengantar. Sudah ada arahan pak presiden membuka jurusan AI, jadinya fokus. S1. Sekarang mata kuliah, berharapnya bisa padat,” kata dia. (Erwin Prima; Bahan dari : ANTARA dan https://tekno.tempo.co/read/1171398/itb-rilis-base-station-4g-infinitebe-untuk-internet-cepat)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close