Kesehatan

Bahayanya jika malas ganti Celana Dalam

(m.merdeka.com/sehat)-MENGGANTI celana dalam merupakan hal yang seharusnya dilakukan setiap hari bahkan jika bisa lebih dari sekali tiap hari. Namun ternyata banyak pria yang dengan santainya tidak mengganti celana dalam lewat lebih dari sehari.

 

Dilansir dari Men’s Health, disebut hal ini normal bagi pria karena sebuah penelitian pernah menyebut satu dari lima lelaki tidak mandi dan berganti celana dalam setiap hari. Penelitian yang dilakukan di University Maryland menyebut 28% pria percaya menggunakan celana dalam yang sama selama dua hari berturut-turut adalah hal yang normal.

 

Kebiasaan jorok yang dilakukan pria ini sebuah hal yang sesungguhnya cukup membahayakan kesehatan. Celana dalam yang digunakan semua orang umumnya mengandung jejak bakteri dan sisa tinja yang dapat menyebabkan bau tak sedap.

 

Belum lagi biasanya di dalam celana dalam juga mengandung keringat dan sel kulit mati yang dapat berkembang jadi jamur. Hal ini dapat menyebabkan iritasi kulit, rasa gatal, ruam, serta bahwa tumbuhnya jamur di area vital. Ketika kita tidur sambil tak mengganti celana dalam, juga lebih rentan mengalami kondisi kulit gatal.

 

“Kita berganti sel kulit secara cepat setiap waktu. Itu penuh dengan mikroorganisme. Kita semua memiliki organisme kulit dan usus yang biasanya tak berbahaya bagi kulit dan usus. Namun jika itu berada di tempat yang salah, maka dapat memunculkan masalah” jelas professor Sally Bloomfield dari London School of Hygiene.

 

Mengganti celana dalam dengan yang baru itu cara tepat mengatasi masalah ini. Pasalnya, bakteri kadang muncul tanpa bau dan kita tentu tak ingin bakteri E.Coli berpindah dari celana dalam ke wajahmu. (mdk/RWP; Rizky Wahyu Permana; Bahan dari : https://m.merdeka.com/sehat/sejumlah-bahaya-yang-mengancam-jika-kamu-malas-ganti-celana-dalam.html)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close