Iptek dan Lingk. Hidup

Gerhana Bulan Dan Matahari Tidak Terkait Mitos Tertentu

(republika.co.id)- JAKARTA; Gerhana bulan terjadi Rabu (17/7) dini hari. Di zaman kebodohan (jahiliyah), gerhana bulan dan gerhana matahari  sering dikaitkan mitos tertentu. Namun hal itu dibantah  Rasulullah SAW.

 

Hal itu disampaikan Dr KH Syamsul Yakin MA saat berkhutbah shalat gerhana bulan di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta, (17/7). “Gerhana bulan tidak terkait mitos. Ini diungkap ber-kali2 oleh Nabi SAW dalam hadits (oleh Imam al-Bukhari), ‘Gerhana matahari dan bulan, bukan karena ada yang wafat. Maka bila kamu lihat keduanya, shalatlah dan berdoalah sehingga segalanya terang kembali’

 

Kata Dr Syamsul Yakin seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (17/7). Bersumber dari Mughirah bin Syu’bah ditulis Imam al-Bukhari di kitab haditsnya, Mughirah berkata “Semasa Rasul SAW terjadi gerhana matahari bertepatan dengan meninggalnya Ibrahim (putera Nabi SAW). Terkait hal itu banyak yang berkata, ‘Terjadi gerhana  matahari karena meninggalnya Ibrahim’.

 

Nabi SAW kembali menegaskan, “Terjadinya gerhana matahari dan bulan, bukan karena kematian dan kelahiran seseorang. Apabila kamu melihatnya, shalatlah dan berdoalah kepada Allah SWT.”

 

Secara teoritis dan praktis, kata Syamsul yang dosen FIDK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, rangkaian ibadah yang mengiringi gerhana itu seperti hadits yang bersumber dari Aisyah, beliau bersabda,

 

“Pada masa Rasul SAW terjadi gerhana matahari. Untuk itu beliau shalat mengimami orang banyak. Nabi SAW berdiri dan lama berdirinya, kemudian ruku’ dan lama ruku’nya.

 

Lalu beliau berdiri dan lama berdirinya tapi tidak selama yang pertama. Sesudah itu ruku’ dan lama ruku’nya tetapi tidak selama ruku’nya pertama. Beliau sujud dan lama sujudnya.Usai itu Nabi SAW di rakaat kedua seperti yang beliau lakukan ada rakaat yang pertama. Sesudah itu selesai ….” (HR. Bukhari).

 

“Dalam hadits Imam al-Bukhari juga disebutkan Nabi SAW berkhutbah usai shalat gerhana, (gerhana matahari atau bulan dan dilakukan berjamaah,” papar Syamsul Yakin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Akhyar, Parungbingung, Depok, Jawa Barat.

 

(Red : Irwan Kelana;  Bahan dari :  https://www.republika.co.id/berita/put984374/gerhana-bulan-dan-matahari-tak-terkait-mitos-tertentu)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close