RSS Feed     Twitter     Facebook

P2Tel Bandung Selatan Senam Reboan 11-09-19 Dan Kenali Ling Tien Kung

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 63 views    Font size:
P2Tel Bandung Selatan Senam Reboan 11-09-19 Dan Kenali Ling Tien Kung

Kembali seperti biasanya yang rutin tiap hari Rabu pagi diadakan senam oleh Grup BLA (Bandung Lautan Api) P2Tel Cabang  Bandung Selatan. Betempat di Tegallega Bandung, dimulai pkl.06.00 sebagian anggota ikut senam Ling Tien Kung (LTK)

 

LTK diibaratkan seam charge Accu berupa empet2 Anus, Jinjit2 dan jongkok2 juga kocok2 dsb. Dipimpin pak Susanto. Senam ini bagus untuk terapi meningkatkan kesehatan.

 

Sementara diluar lapangan Tim KBS Bu Hj. Widianingsih dan Pak H. Iyos aktif mengukur tensi, lingkar pinggang, berat dan tinggi badan para peserta sebelum senam atau sedang senam LTK bagi yang peserta yang dating belakangan.

 

Di lanjutkan dengan senam oleh seluruh anggota grup BLA yg hadir. Diawali berdoa terlebih dahulu dipandu oleh Bpk. Agus dan senam dipandu oleh bu Hj. Lili dan  Tatang Kartiwa meliputi a.l senam Terapi, Senam Taici, senam poco2, senam pernapasan dan ditutup senam maumere.

 

 

 

Berikutnya pengumuman2 dan info terkait dengan Wisata Sehat Yakestel yang akan diselenggarakan tgl.28 September 2019, serta disampaikan oleh pak Agus 50 nama2  yang diikut sertakan dalam acara Wisata Sehat berdasarkan daftar hadir yg terbanyak dalam senam rutin Reboan.

 

Dan Ketua KACAB  Bpk Muchlas menjelaskan jumlah peserta sebanyak 50 orang itu sesuai kuota. Selesai senam dan informasi2 dilanjutkan latihan Team Kreatifitas Seni dipimpin Bu Hj.Atikah.

 

 

 

 

Sebagai tambahan, mari kita simak sedikit tentang Senam Ling Tien Kubng :

(kompasiana.com)-Senam Empet2 Anus (Lieng Tien Kung) mengutamakan latihan pada gerakan anus. Dipercayai anus pusat kesehatan manusia. Anus bagai Accu di manusia. Jika tidak diisi, maka akan kering dan menyebabkan gangguan2 kesehatan manusia.

 

Terinspirasi anus itu accu manusia, Fu Long Swie menciptakan gerakan dititik beratkan pada gerakan anus. Tujuannya mencharge anus (Accu) kosong. . Banyak orang merasakan manfaat senam ini. Yang sehat merasa lebih sehat. Dapat mencegah penyakit degeratif. Yang sakit merasa manfaat luar-biasa, perlahan sakitnya hilang.

 

 

 

Gerakan senam Lien Tien Kung (Empet2 anus ) memiliki 3 gerakan utama, yakni ada Gerakan Jinjit2, Ada Jongkok Kocok2. Jangan remehkan gerakan orang ngempet pup alias buang air besar. Oleh Fu Long Swie, gerakan itu diramu jadi inti ilmu LTK, yang diklaim bisa sembuhkan penyakit2. Di  Surabaya banyak yang bersemangat senam. Tapi, sejatinya, inti gerakannya bukan olah tubuh tersebut.

 

Pusat perhatian mereka adalah kontraksi otot2 anus (dubur). Tak heran, sebagian memperlihatkan mimik wajah khas. Seperti orang ngempet buang air besar. . Seorang pria langsing memimpin orang2 itu. Namanya Fu Long Swie. Gayanya modis, giginya utuh, dan gerakannya lincah. Orang kerap salah mengira Fu masih separuh baya. Padahal, dia sudah nyaris ”tiga perempat baya”. Umurnya sudah 72 tahun.

 

 

 

Kok, masih sehat, Kong? ”Jangan salah. Saya dulu kolaps,” ujar Fu. Dia pernah tak bisa berdiri lantaran kejang otot parah. Tapi, berkat empet2 anus, istilah dari Fu Long Swie untuk OR LTK, dia kembali bugar. Fu sudah lama mengembangkan LTK. ”Mulai saya sakit parah 1985,” ujarnya. Ilmu itu terus diolah dan dikembangkan hingga akhirnya sempurna (2003).

 

Oleh mantan sprinter nasional (1954-1961), LTK diracik dengan gerakan senam untuk perbaikan kualitas darah. Dan, dia mengajarkan empet2 anus (2005). Ilmu LTK mengajarkan gerakan olah anus dan persendian. Khusus gerakan senam anus, bapak 5 anak itu menamai Empet2  Anus. Dan senam sendi, Fu menyebutnya Jinjit2 dan Jongkok Kocok-Kocok.

 

 

 

”Gerakannya mudah, dasarnya dua. Ngempet anus seperti orang nahan BAB dan jinjit2” kata Fu. . Gerakannya simpel. Yang jinjit2 ya hanya jinjit-lepas, jinjit-lepas. Satu putaran bisa 300x. Yang Jongkok Kocok2, gerakannya berdiri biasa-jinjit-jongkok, begitu berulang ratusan kali. Semua dilakukan sambil mengontraksikan otot anus, memaksa anus ”masuk ke dalam” seperti orang menahan buang air besar.

 

”Yang sakit parah, tidak usah dipaksa. Yang penting empet2 anus itu dulu,” ungkap Fu. . LTK berasal dari kata ling (nol), tien (titik), dan kung (ilmu). ”Jadi artinya, merupakan ilmu titik awal,” ujar Fu. Ilmu ini dia dapatkan setelah menyarikan buku2 Tiongkok kuno. Salah satu buku pedomannya adalah Tao De Ching. Pada buku itu tertulis tubuh manusia punya sumber energi yang tak pernah padam.

 

 

Fu menyimpulkan sumber energi yang disebut ku sen bu se itu layaknya aki di kendaraan. Lewat ”aki” itulah, semua organ tubuh dan sistem koordinasinya menerima suplai energi. Berdasar analogi aki, manusia menghasilkan arus listrik alias setrum. Arus itu terjadi lantaran tegangan yang timbul pada dua kutub positif (anoda) dan negatif (katoda). Tubuh manusia juga gitu.

 

Yang positif ada di anus dan negatif di pusar. LTK berasal dari situ,” ujarnya. . Seperti mobil, kalau aki soak, mesin tidak jalan. Kalau aki tubuh rusak, tubuh akan ringkih. Kalau di-charge, tubuh penuh energi. ”Nge-charge-nya itu dengan empet2 anus”. Meski menyerupai senam, Fu tidak menyebut LTK sebagai senam. “Ini bukan senam, aerobik, taichi, OR, meditasi, atau apa pun.

 

Tujuannya beda. LTK itu terapi gerakannya digunakan untuk mengobati penyakit,” ujarnya. . Seperti seni bela diri dan OR pernapasan, LTK punya tingkatan-tingkatan. Ada tingkat dasar, menengah, dan tinggi. Tingkat dasar untuk penyembuhan penyakit. Tingkat menengah dan tinggi untuk pemanfaatan energi. ”Yang tingkat lanjut, agar aki tubuh bisa sehat terus,” ujarnya.

 

Lantaran gerakan sederhana, selama 4 tahun Fu berjuang agar masyarakat tertarik. ”Orang tidak percaya. Gerakannya sederhana, tapi bermanfaat untuk banyak hal. Saya tak mengomersialkan ilmu ini” katanya. Melawan anggapan orang2 itu, kakek 10 cucu ini hanya menunjukkan bukti orang2 yang sembuh lantaran LTK.

 

Fu punya arsip foto peserta LTK, terutama pejabat publik. Ada kiai, pejabat pemerintahan,  konjen Tiongkok, mantan pangdam, mantan gubernur. ”Bapak ini dulu punya masalah vitalitas. Tapi, setelah ikut LTK, ‘burungnya’ bisa terbang lagi,” kata Fu menunjuk foto 2 pejabat beken.

 

Awalnya, tak banyak yang bersedia ikut ilmu Fu. Karena itu, saat merintis latihan ini, dia hanya mengadakan latihan bersama kecil2an di kompleks perumahan Central Park, Mulyosari. Setelah peminat banyak, latihan bersama di tempat parkir gedung sekolah perhotelan. ”Sekarang berkembang di AJBS, Taman Surya, dan 50 titik lain di Surabaya,” ujarnya.

 

Saat awal berdiri, (2005), Fu diminta melatihLTK di Singapura dan Hongkong. . Dalam setiap latihan, Fu tidak ”menjual” ilmu. “Mau ikut latihan di mana saja gratis kok. Dan, ini bisa diikuti oleh suku dan agama apa pun,” ujarnya.

 

Meski begitu, dia menarik biaya latihan untuk orang yang ingin menjadi pengajar dan instruktur LTK, ilmu empet2 anus yang dipatenkan Fu pada 2006. .

 

Simak latihannya di youtube . http://m.youtube.com/watch?v=1LQB3qe92wc&hl=id&guid=&client=mv-google&gl=ID

(Foto dan berita Kiriman H. Djuhana; Bahan dari : https://www.kompasiana.com/012.013.014/54f84ca4a33311ef7d8b4607/jikasemua-org-indonesia-senam-empetempet-anusdokter-gak-laku-lagi)-FatchurR

 

*** Anda kapan bergabung dengan salah satu dari Klub Senam yang dibina Yakestel di Cabang P2Tel Anda? (FR)

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code