Psikologi

Arloji Tua Ayah Serta Anak

(laduni.id)- Merasa ajal nya sudah dekat, seorang ayah berkata pada anak nya: “Nak, Arloji milik ku ini adalah warisan dari kakek buyut mu, usia nya lebih dari 200 tahun” ucap sang Ayah.

 

“Sebelum Ayah wariskan padamu, Ayah mau kamu bawa Arloji tua ini ke toko jam di seberang jalan itu, katakan pada pemilik toko kamu mau menjualnya. Tanya lihat berapa harga nya” pinta sang Ayah.

 

Si anak pergi tidak lama lalu kembali dan berkata, “Pemilik toko jam itu bilang bahwa harga nya Cuma Rp 50.000, karena ini adalah arloji tua”

 

Kemudian sang Ayah berkata, “Sekarang coba kamu bawa arloji ini ke toko barang barang antik dan tanyakan harga nya” ucap sang Ayah sambil meminta anaknya pergi ke toko lain.

 

Si anak pergi lalu kembali dan berkata, “Pemilik toko bilang , harga arloji ini mencapai Satu juta” ujarnya kepada sang Ayah.

 

Lalu sang Ayah berkata, “Sekarang coba bawa ke museum dan katakan ke mereka bahwa kamu mau menjual arloji tua ini.”

 

Si anak pun bergegas pergi lalu kembali dan berkata, “Mereka mendatangkan ‘pakar’ arloji untuk memperkirakan harga nya, lalu mereka menawarkan kepada ku Sepuluh juta rupiah untuk arloji ini…” kata si Anak menceritakan dengan semangat kepada sang Ayah.

 

Sang Ayah berkata, “Nak, aku sedang mengajarkan mu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat, maka jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargai mu”

 

“Karena mereka yang mengetahui nilai mu, akan selalu menghargai mu. Maka jangan pernah bergaul di tempat yang tidak layak untuk mu.,” pesan sang Ayah kepada anaknya.

(Syarifudin; Bahan dari : http://www.laduni.id/post/read/64897/arloji-tua-ayah-dan-anak)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close