YAKESTEL DAN OLAH RAGA

P2Tel Cabang Bandung Ujungberung (25-10-19) Dan Waspadai Serangan Jantung

Sebagaimana biasa dan rutin Cab Bandung Uber (Ujungberung) melaksanakan kegiatan Senam pada hari Jumat tanggal 25 Oktober 2019 berlokasi di Transmart Cipadung. Diikuti 96 orang peserta

 

Mereka bersemangat bersenam pemanasan, lanjut Senam Telkom, Senam Yakes, Senam Jantung sehat dan erobic. Senam ini pesertanya termasuk lumayan banyak dibanding Cabang lain

 

Ada baiknya melalui sarana ini disajikan hal hal tentang penyakit jantung dikaitkan dengan senam dari sumber berikut ini, berjudul Waspadalah Gejala Serangan Jantung saat berolah raga

 

(anlene.com)- OR, senam dan aktivitas fisik seperti rutin dilakukan Klub Senam binaan Yakes Telkom, memang bermanfaat untuk kesehatan. Selain meningkatkan kesehatan fisik dan membakar lemak dengan memperbaiki metabolisme tubuh, Senam bisa melatih kesehatan mental, dan mengontrol stres.

 

 

 

tekanan dan kadar kolesterol, serta menghambat perkembangan penyakit kardiovaskular. Jika kita tidak pernah ber-OR berat, ada baiknya lakukan cek kesehatan untuk mengetahui kondisi tubuh. Sebab, salah-salah OR-Senam justru memicu masalah pada jantung.

 

“Saat olahraga, jantung bekerja lebih berat untuk memenuhi kebutuhan energi yang lebih besar. Karena itu, bila ada masalah jantung, maka ada hal hal yang dapat terjadi” jelas dr Vienna Rossimarina, SpJP (Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah).

 

Namun jangan sampai hal ini menahan kita tidak berolahraga. OR yang dengan tepat dapat menurunkan risiko kematian mendadak saat ber-OR, akibat serangan atau henti jantung. Pasalnya, tubuh sudah terbiasa untuk beradaptasi dengan peningkatan aktivitas tubuh.

 

 

 

Jika telah punya faktor risiko penyakit jantung dan tidak aktif beraktivitas fisik sebelumnya, dr Vienna Rossimarina, SpJP menyarankan memberikan perhatian lebih pada tanda bahaya berikut yang mungkin terjadi sebelum atau saat ber-OR:

 

1-Nyeri pada bagian dada

Ini keluhan tersering dirasakan saat ada gangguan fungsi jantung. “Gejala yang datang sensasi seperti diremas atau ditekan di bagian tengah dada atau dada bagian kiri. Nyeri ini membaik dengan istirahat atau berhenti ber-OR” ungkapnya. Rasa tidak nyaman atau nyeri muncul dengan intensitas ringan namun bertambah kuat, dan dapat hilang dan muncul kembali sepanjang waktu ber-OR.

 

2-Sulit bernafas

Napas terlalu pendek dan disertai kesulitan ambil napas itu pemicu serangan jantung. Dalam keadaan ini, ada baiknya waspada dan segera menghentikan aktivitas

 

3-Aritmia atau detak jantung yang tidak teratur

“Kondisi yang dirasakan berdebar terutama bila irama jantungnya tidak teratur (menurun, meningkat atau berhenti sesaat),” jelas dr. Vienna. Jadi, saat kita tiba-tiba merasakan jantung berdegup kencang, dada terpukul-pukul, atau irama jantung tidak beraturan, hentikan aktivitas saat itu juga.

 

4-Keseimbangan tubuh yang tak baik

Gejala gangguan fungsi jantung lainnya yang tak boleh diabaikan adalah saat kita merasa pandangan gelap hingga menyebabkan pingsan. “Kondisi ini biasanya sebab dari jumlah darah yang bersikulasi ke otak berkurang,” tambah dr Vienna.

 

5-Keringat abnormal

Berkeringat itu wajar saat ber-OR. Tapi waspadalah jika berkeringat dingin. Ini ‘alarm’ bahwa sesuatu yang tidak normal terjadi pada jantung. Situasi ini dapat disertai rasa mual tanda dari serangan jantung.

 

6-Nyeri pada bagian tubuh lain

Gangguan jantung saat ber-OR dapat menimbulkan rasa nyeri pada otot bagian tubuh lain seperti lengan atas, punggung, leher, rahang bawah atau perut. Rasa nyeri ini dapat berpindah dari bagian tubuh ke yang lain.

 

Gejala itu suatu peringatan bila jantung mengalami gangguan sehingga perlu segera berhenti beraktivitas atau istirahat. Penanganan darurat perlu saat seseorang pingsan atau jadi lemas mendadak dan juga saat tanda bahaya semakin parah dan tidak hilang setelah beristirahat.

 

“Oleh sebab itu, bagi yang pernah mengalami hal itu sangat danjurkan memeriksakan kondisi jantungnya. Apalagi bagi yang memiliki risiko penyakit jantung,” ungkap dr Vienna. Adapun risiko penyakit jantung seperti dijelaskan dr Vienna adalah:

 

  • Mengidap Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
  • Mengidap Penyakit Diabetes Mellitus (Gula)
  • Kolesterol Tinggi
  • Kebiasaan Merokok
  • Memiliki Riwayat Keluarga Dengan Penyakit Jantung
  • Sudah Menopause

 

Melihat sederet fakta dan penjelasan di atas, tetap ber-OR sesuai kapasitas tubuh. Selain ber-OR, perhatikan juga asupan gizi untuk mendapat nutrisi penting yang akan menjaga kesehatan jantung.

 

(Data dan Foto kiriman Karno-PC Bandung Ujungberung; Bahan dari : https://www.anlene.com/content/anlene/id/ms/waspada-ini-gejala-serangan-jantung-saat-berolahraga.html?gclid=EAIaIQobChMIjorB9vW25QIVVwQrCh1vqAOhEAAYAiAAEgI1Z_D_BwE)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close