Opini dan sukses bisnis

Ratu Cimol Banyumas Gratiskan Waralaba Bagi Yang Kurang Mampu

(entrepreneur.bisnis.com)- JAKARTA; Tiap pengusaha pasti ingin cari untung. Namun, tak sedikit pula pengusaha selain cari untung juga  berdampak sosial sekaligus memberdayakan masyarakat, atau yang dikenal dengan istilah sociopreneur.

 

Resika Caeseria, pemilik brand Cimol Made Arizka ini pengusaha yang mengembangkan konsep misi sosial dalam pengembangan bisnisnya. Konsep ini tak lepas dari latar belakangnya saat pertama mulai usaha (2005) ketika dia masih di SMA.

 

Saat itu, wanita yang disapa Cika ini hampir putus sekolah karena sang ayah sudah lansia harus berhenti dari pekerjaannya sebagai sopir karena faktor usia dan penglihatan yang terus menurun.

 

“Saat itu kakak bilang kalau saya harus terus sekolah. Dia mau membiayai uang masuk sekolah tetapi untuk SPP bulanan saya harus cari sendiri,” ujar wanita yang kini lebih dikenal sebagai pemilik Ratu Cimol Banyumas ini.

 

Bungsu dari 4 bersaudara ini berpikir cari cara agar tetap bersekolah. Cika sempat ketemu saudara sang ayah yang berjualan batagor dan bersedia membagikan resepnya untuk keluarga Cika.

 

Dari sana dia belajar membuat batagor dengan modal awal Rp63.000 untuk beli bahan baku. Saat awal memulai Cika khawatir usahanya tidak laku. Dia sempat diledek temannya ketika sekolah sambil dagang.

 

Dengan semangat dia kembangkan usahanya. Dari batagor, dia alihkan usahanya dengan jualan cimol, setelah bertukar resep dengan pedagang cimol yang ditemuinya saat jualan. Ternyata, cimol itu laku dan jadi tren jajanan baru di lingkungan tempat tinggalnya hingga usaha yang dijalankan melesat sampai dia bisa beli motor, merenovasi rumah, serta melanjutkan kuliahnya.

 

Cika terus berinovasi produk dengan aneka varian rasa cimol dari rasa pedas, jagung manis, balado, barbeque, keju, hingga pia. Usahanya meningkat dengan omzet Rp90 juta per bulan. Perjalanan bisnis panjang dan dimulai dari nol ini, membuat Cika berpikir mengembangkan misi sosial di usahanya. Dia lantas mengembangkan konsep waralaba cimol d bawah brand usaha Cimol Made Arizka.

 

Beda dengan waralaba umumnya, konsepnya waralaba gratis. Para mitra akan dapat invetaris  gratis dari gerobak motor atau dorong beserta peralatan dan bahan baku. Syaratnya harus sesuai dengan kriteria, terutama masyarakat prasejahtera yang memiliki niat kuat untuk berusaha.

 

“Kalau sesuai kriteria, maka mitra bisa mendapat permodalan gratis Rp3 juta hingga Rp4 juta berupa gerobak, perlengkapan, dan bahan baku awal,” tuturnya.

 

Jika semua gratis, bagaimana cara Cika mendapat untung? Sebagai pebisnis usaha harus untung. Dalam hal ini Cika berfokus pada penjualan bahan baku. Semakin besar usaha yang dijalankan mitra maka akan makin besar pula omzet yang didapat Cika melalui penjualan bahan baku.

 

Dia terapkan gratis satu poin seharga Rp1.000 untuk tiap mitra usaha yang beli cimol di atas Rp50.000. Cara ini strategi agar para mitra makin semangat berjualan. Tiap keuntungan yang didapatkan dibagi dua yakni 70% untuk pengembangan dan 30% lainnya untuk aksi sosial. Wanita kelahiran 5/5/1991 ini yakin waralaba gratis ini jadi jalan dan bermanfaat untuk orang lain.

 

“Ketika melihat mitra berasal dari keluarga prasejahtera ini tersenyum dan tertolong, saya bahagia, bahwa waralaba gratis ini bisa memberdayakan orang lain meski hanya modal dengkul dan kemauan saja,” ujarnya penuh haru.

 

Meski niatnya tulus dan ikhlas, tapi ada saja pihak tak bertanggung jawab yang malah memanfaatkan kebaikan ini. Bahkan ada mitra yang menjual gerobaknya atau memproduksi dan menjual cimol mereka.

 

Bagi Cika tantangan itu membuatnya makin berkembang. Dia memperketat syarat kemitraan dengan surat perjanjian, membangun sistem manajemen baru serta merekrut tim survei untuk memastikan mitranya berasal dari keluarga pra sejahtera.

 

Awal mewaralabakan usahanya (2014), Cika baru memiliki 60 mitra dan terus bertambah. Kini sekitar 600 mitra yang berasal dari kalangan ekonomi lemah dan juga pengangguran.

 

Para mitra yang bergabung tak hanya diberikan modal dan gerobak semata tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pembinaan sehingga usaha yang dijalankan dapat semakin berkembang.

 

Segala usaha dan semangat Cika mengembangkan usaha dan memberdayakan masyarakat, mendapat apresiasi dari Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia Awards 2014 bidang kewirausahaan saat dirinya berusia 23 tahun.

 

(Dewi Andriani; Editor : Novita Sari Simamora; Bahan dari : https://entrepreneur.bisnis.com/read/20210104/263/1338481/kisah-ratu-cimol-banyumas-gratiskan-waralaba-bagi-masyarakat-kurang-mampu)-FatchurR *

*** Banyak hal dapat PMP Telkom lakukan sesuai kemampuan,  minat dan banyak jalan bisa dicoba dengan cermat. (FR)

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close