Kesehatan

Kenaikan Berat Badan Bisa Terjadi Saat Puasa Dan Pandemi

(inet.detik.com)-JAKARTA; Studi mengungkap kesalahan pola makan ketika bulan Ramadhan dan pandemi berdampak kenaikan berat badan bagi sebagian orang. Hal ini dijelaskan Felicia Kartawidjaja Putra M.Sc Manager of Nutrifood Research Center.

Menurutnya, 3 hal yang pasti berubah ketika berpuasa. Tiga itu frekuensi waktu makan berubah (dari 3x makan besar jadi 2x), jam tidur, hingga aktivitas fisik lebih rendah, yang dia ungkapkan di ‘Virtual Media Gathering NutriTalk 2021’.

Bukan karena puasanya salah, tapi ada segelintir orang yang tidak tepat mengatur pola makan dan waktu ber-OR. Padahal, Feli mengatakan satu bulan berpuasa itu kesempatan menuju jiwa dan raga lebih baik, bukan hanya dari segi ibadah. Dari puasa ini juga orang bisa memperbaiki pola hidup.

 

“Studi setelah puasa bisa mengurangi berat badan berlebih, dan sebagian orang bisa memperbaiki profil kolesterolnya. Tapi kalau dengar berita atau laporan, ada yang kurang sesuai. Banyak teman muslim yang buka puasa itu overeating. Biasanya populer makan kurma, nah  makan kurmanya atau ditemani roti lebih banyak dari biasanya,” kata Felicia.

Selama pandemi, studi menyebutkan segelintir orang ada kenaikan berat badan 2,5 – 5 kg. Ini dikarenakan banyak alasan yang melatarbelakangi. “Kalau pandemi, ada survei ketika mulai ramai encourage untuk stay at home, dari 20% yang disurvei, mereka naik berat badanya 2,5 – 5 kg. Loh kok bisa segitu? Selama pandemi, orang di rumah, akses ke makanan lebih gampang, kerja dekat dapur,” jelas Feli.

“Pandemi banyak bikin orang stres. Ada yang lari ke makanan, karena pandemi nggak boleh jalan-jalan, ngumpul, jadi scroll GoFood apa GrabFood,”. Aktivitas fisik juga berkurang. Jika terbiasa jalan kaki selama ke kantor, kini pergerakan berkurang karena bekerja di rumah. Ditambah alasan kurangnya tidur karena insomnia sendiri semakin menjadi perhatian di tengah pandemi.

“Makanya, banyak diet bermunculan, mulai sadar kenaikan berat badan. Lebih dari 2,5 kg berasa,” ujar Feli. Karena itu, yuk detikers, kita jalani Ramadan dengan semangat tapi juga harus semangat menerapkan pola makan sehat selama puasa. Dengan begitu, ibadahnya dapat, kesehatannya juga ikut diperbaiki!

(ask.vmp; Aisyah Kamallah;   Bahan dari  : https://inet.detik.com/science/d-5528325/studi-ungkap-kenaikan-berat-badan-bisa-terjadi-saat-puasa-dan-pandemi)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close