Psikologi

Past Can’t Be Change

Suatu hari, seorang pemuda yang  gagah namun penampilannya dekil dan bajunya compang-camping mendatangi seorang Guru. Dia berkata, “Guru, saya datang dari jauh dan telah menempuh perjalanan yang jauh dan berat , Saya kesepian, menderita dan sangat letih.

 

Sepatu saya sobek dan badan saya penuh luka. Ini semua saya lakukan demi mencari jawaban atas penderitaan saya. Kenapa saya belum menemukan cahaya petunjuk sedikit pun? Sang guru melihat pemuda ini membawa buntelan besar. Apa isi buntelanmu itu?” tanya si guru.

 

Si pemuda menjawab, isinya penting bagi saya. Di dalamnya ada barang2 yang mengingatkan saya pada setiap tangisan, ratapan, dan air mata saya. Benda2 ini menjadi penyemangat saya dalam menempuh perjalanan berat mencari jawaban ini.

 

Baik, ikutlah denganku kata si guru. Mereka berjalan dan tiba di tepi sungai kecil. Di tepi sungai itu ada perahu sampan kecil. Si guru naik ke atas sampan itu. Naiklah ajak si guru pada pemuda itu. Si pemuda itu naik ke sampan, dan mereka menyeberangi sungai. Ketika sampai di seberang, mereka berdua turun dari sampan ke tepian.

 

Kata si guru, Kita sudah sampai. Sekarang pikullah sampan ini, dan kita melanjutkan perjalanan. Pemuda itu kaget dan protes, Tapi sampan ini berat, mana kuat saya memikulnya. Benar katamu itu. Ketika kita menyeberangi sungai, sampan ini berguna dan besar artinya bagi kita. Namun ketika siap meneruskan perjalanan berikutnya, sampan ini hanya akan menjadi beban saja.

 

Kita harus meninggalkannya di tepi sungai, kalau tidak sampan ini hanya memberatkan langkah kita. Begitu juga dengan kehidupan kita. Penderitaan, kesepian, kegagalan, tangisan, air mata, dan bencana, semuanya berguna dalam kehidupan kita. Semua itu membuat kita tabah dan kuat menghadapi tantangan hidup di masa depan.

 

Namun pada saat kita ingin melangkah maju, kalau kita tidak melepaskan hal2 itu, maka hanya akan jadi beban langkah kita. Letakkanlah beban itu. Kehidupan akan menjadi lebih ringan, Sekarang letakkan tasmu di sini, dan mari kita melanjutkan perjalanan, ajak si guru.

 

Si pemuda mengikuti perintah si guru, dan melanjutkan perjalanan. Beberapa jauh kemudian si guru menanyakan perasaan si pemuda ini. Jawab si pemuda,  Kini langkahku ringan dan cepat. Aku baru sadar kehidupan bisa dijalani dengan sederhana. Masa lalu tidak sama dengan masa kini dan masa depan. Masa lalu tidak terlalu penting.

 

Yang penting masa kini dan masa akan datang. Orang berhasil pasti pernah jatuh dan gagal dalam hidupnya, tapi mereka tidak terus2an bawa beban itu di pundaknya. Jadikan masa lalu yang baik sebagai teladan, dan masa lalu yang buruk sebagai pelajaran. Namun jangan bawa masa lalu itu ke masa depan.

 

“The Past Can’t Be Change, The Future Still In Your Power”. Tetap semangat. (Muchtar AF; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close