RSS Feed     Twitter     Facebook

Dibalik gemerlapnya HUT TELKOM ke 52

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 51 views    Font size:
Dibalik gemerlapnya HUT TELKOM ke 52

Bottom-Up yang heroic.

Mulai 6 Juli 1965 PN.TEL terpisah dari PN.POS, sejak itu pula kita punya Direksi yg memilik kewenangan penuh utk mengelola perusahaan, hingga kini perusahaan memiliki kemandirian, agility, sustainability serta semakin tumbuh berkembang,

 

Sebelumnya saat masih PN.POSTEL pengelolaan perusahaan dilakukan oleh Regulator (DIRJEN POSTEL, ¬†dibawahnya ada jabatan Direktur Telekomunikasi), Pendirian PN.Telelkomunikasi tsb melalui proses panjang yang diawali ‘suatu gerakan bottom-up’ dari para senior kita yg dengan penuh semangat dan tertib, menuntut adanya pemisahan TEL dari POS, disertai adanya kewenangan utk mengelola perusahaan secara mandiri

 

Bagaimana dg 30 Okt + 27 Sept?

Rekan2 setahu saya, HUT itu adalah hari perayaan dari: – Lahirnya orang – Didirikannya Perusahaan atau Organisasi ; – Kemerdekaannya suatu Negara. Lahirnya perusahaan tentulah saat perusahaan itu didirikan secara utuh, Perusahaan telekomunikasi kita lahir secara utuh dimulai saat didirikannya PN.Telekomumikasi

 

Disebut sudah utuh karena PN.TEL saat itu sdh dilengkapi dengan kelengkapan perusahaan, antara lain Pengurus Perusahaan dan Kewenangan & Kewajibannya serta Organisasi Perusahaan, dll

 

Sebelum PN.TEL, faktanya perusahaan kita itu belum ada, yang ada adalah “fungsi telekomunikasi dioperasikan oleh REGULATOR (sbg pengurusnya adalah Dirjen Postel dibantu oleh Direktur Telekomunikasi, yg tentu kewenangannya sangat terbatas), berarti bukan oleh OPERATOR TELEKOMUNIKASI

 

Menurut hemat saya, tanggal2 yg lain yg pernah dipakai seperti tgl 30 Oktober bukanlah HUT Perusahaan, melainkan tgl awal kita menggunakan alat komunikasi jarak jauh berteknologi (disebut MORSE)

 

Sedangkan tgl 27 September yg setiap tahun kita peringati sbg hari Bakti Postel, juga bukan HUT Perusahaan, melainkan tgl utk memperingati upaya heroik dan pengorbanan para pejuang kita dalam mempertahankan alat dan fungsi telekomunikasi dari penggunaan oleh pihak musuh

 

Note:

Keterangan Foto : Adalah foto dari rapat Pengkajian HUT Telkom pada 2/7/2016 di Corcom GMP Jakarta (nampak pak Adeng, Saya Pan Supandi, pak Imam Suyoto dan pak Tjahyo (dari P2Tel). Rapat sebelumnya diadakan beberapa kali, satu kali diantaranya di Meeting Room Hotel Rumah Tawa Bandung. (Pan Supandi)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*