RSS Feed     Twitter     Facebook

Inspirasi dari Maestro Paganini

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 2 views    Font size:
Inspirasi dari Maestro Paganini

Di depan gerbang suatu jembatan disalah satu kota Eropa, duduk seorang buta pe-minta2.

Ia tiap hari duduk di situ sambil memainkan biola usang dan menaruh  kaleng di depan dia duduk. Dia berharap orang2 yang lalu lalang merasa iba mendengar gesekan biolanya dan memberi sedikit uang.

 

Pada suatu hari seorang pria yang  berjubah panjang, Dia lewat dan memperhatikan peminta minta buta yang sedang memainkan biola nya, tidak ada orang lewat yg mau memperhatikan nya. Pria itu akhir nya menghampiri peminta buta tadi dan meminta agar peminta buta itu meminjamkan biola usangnya.  Tentu saja si peminta buta itu menolak, dan berkata; “Tidak, Ini adalah hartaku satu2 nya”.

 

Tetapi orang itu terus membujuk agar si peminta buta mau meminjamkan biolanya, meski hanya untuk sebuah lagu. Akhirnya si peminta  buta itu, terpaksa memberikan biola tua.

 

Dan Pria berjubah panjang itu berbisik, “saya akan beri contoh…memainkan Biola dengan sepenuh hati, dengan tujuan sungguh2 untuk Menghayati dan masuk didalam lagu itu. (bukan sekedar memainkan atau hanya sekedar mencari iba, cepat menyelesaikan nya)

 

Setelah itu, dia mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu indah dan syahdu. Suara Biola yang begitu halus di tangan si pemain ini, dan membuat semua orang yang lewat Berhenti, serta mereka  mengelilingi si pemain biola dan si peminta Buta itu. Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan BIOLA si PRIA ini, membuat semua orang terdiam, terhanyut oleh gesekan Biolanya.

 

Kerumunan besar semangkin banyak. Si pengemis buta pun terkesan dan ternganga, tanpa dapat berkata-kata. Kaleng yang tadinya kosong kini penuh uang. Bahkan sampai keluar dari kaleng karena tdk cukup menampung uang yg bukan hanya recehan tapi lembaran dolar yg di berikan orang2 itu. Ternyata tidak cuma satu lagu, tetapi…. beberapa lagu dimainkan oleh si pemain biola tersebut.

 

Akhirnya iapun harus menyelesaikan permainannya, dan sambil mengucapkan terima kasih, ia mengembalikan biola itu kepada si pengemis. Dan Berpesan kepada Peminta Buta itu “Sekarang pulanglah dengan uang yg engkau dapat hari ini, belilah baju yg baik, mandi, cukur rambut dan rapikan jenggotmu. MULAI besok bermainlah seperti yg aku katakan dan aku contohkan”

 

Si pengemis berlinang air mata dan gemetar: “Mengucapkan terimakasih pada Tuan yang budiman”.

Si Pria ini tersenyum dan dengan perlahan Meninggalkan tempat itu.

 

Keesokannya, Sungguh Peminta Buta tadi, sudah kembali duduk ditempat yg sama, tetapi Sekarang PENAMPILAN nya BERBEDA. Memakai setelan Jas dengan rambut dikuncir, janggut rapi, dengan bau parfum yg lembut

 

“Dia mulai memainkan BIOLAnya dengan Halus, sepenuh Hati. Terdengar Indah dan Syahdu sungguh sungguh  meresapi dan masuk dalam ke Lagu tersebut”

 

Dan sebentar saja Orang2 yang lewat kembali berkerumun menikmati 1 – 2 lagu dari peminta buta … sambil memasukan uang kedalam kotak yg cukup besar (bukan lagi kaleng). Sejak hari itu Peminta buta ini bukan lagi sebagai peminta buta, tapi orang menyebutnya  Seniman jalanan Yang sangat menghibur pejalan yg lewat di gerbang jembatan

 

Nasib dan Rejeki Peminta buta pun sdh berubah sangat drastis sekarang dapat hidup dengan sangat Layak bahkan Berkecukupan . Dan peminta buta itupun tidak pernah tahu, siapa Pria berjubah panjang tersebut. Apakah Sahabat ingin tahu pria berjubah panjang tersebut ?

 

Orang2 menyebutkan namanya: “Paganini”. Sang maestro biola  Paganini, ia telah Memberi Bantuan sesuai dengan Profesinya. Dia tidak memberinya uang kepada Peminta buta tersebut tapi Dia memberi Resep Seniman Biola kepada peminta buta

 

Sahabatku, Banyak cara bagi kita untuk menjadi seperti “Paganini” dalam membantu orang lain. Lakukanlah sesuai dengan KEMAMPUAN dan TALENTA kita. Jadikanlah hidup ini … PENUH ARTI…untuk membantu sesama . KEBAHAGIAN Kita bukan berapa banyak  orang mengenal kita tapi Berapa Banyak Orang2 yang Hidup nya menjadi Bahagia karena Kita.

 

Mari kita jadikan BAKAT…KEAHLIAN dan TALENTA yang kita punya untuk menjadi BERKAT bagi  orang orang disekitar kita. Maka kita akan merasakan KEBAHAGIAAN karena begitu banyak orang yg boleh Berbahagia karena kita. Dan Hidup kita Boleh Bermanfaat utk banyak orang (Prasetya B Utama-dari grup WA-VN; https://tamanhatiblog.wordpress.com/2016/10/10/inspirasi-dari-sang-maestro-violis-paganini/)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code