Islam

Wanita Mengurus Keluarga

Setelah pensiun begitu banyak waktu untuk memperhatikan berbagai masalah dalam aktivitas keseharian, coba perhatikan perjuangan seorang wanita yang telah berkeluarga dan mempunyai anak, terutama anak balita.

 

Dulu waktu kerja, biasanya laki-laki (suami) berangkat pagi dan banyak yang pulang  agak larut, dan di rumah tahunya semua harus beres, malam tidur nyenyak, jarang memperhatikan aktivitas istri dalam mengurus rumah tangga, apalagi mengapresiasinya, bahkan sering bepergian/dinas dalam waktu lama. Ternyata energi untuk mengurus rumah, anak, dan keluarga secara keseluruhan sangat berat.
Suatu waktu anak saya melahirkan anak kedua, dan dengan berbagai pertimbangan sengaja tinggal di rumah kami. Di waktu malam dia berkali-kali harus bangun untuk mengurus bayinya (mengganti popok, menyusui, menggendong karena nangis terus).

 

Pernah anak yang pertamanya semalaman panas dan nangis terus, otomatis ibunyapun tidak bisa tidur. Sering kalau kejadian sepert ini suami tidak perhatian, karena alasannya lelah bekerja mencari nafkah, kalaupun ada perhatian tidak total dibandingkan dengan perhatian istrinya.

Itu baru satu sisi dan hanya di suatu malam, karena kejadian tersebut bisa terjadi berkali-kali siang dan malam. Boleh jadi kebanyakan wanita yang anak2nya masih kecil sangat sering mengalami hal ini, belum lagi harus melayani suami dalam berbagai hal.

 

Kemudian jika anak sudah sekolah semua harus disiapkan, siang dan malam tidak putus selalu ada pekerjaan yang harus dirampungkan, apalagi biasanya lelaki umumnya egois, kalau ada masalah ingin menang sendiri. Jika wanita itu terlibat mencari nafkah, pastilah perlu pengorbanan yang lebih.

Saya teringat suatu hadits yang meriwayatkan seorang wanita yang mengadu kepada istri Rasul Saw, kenapa wanita tidak diwajibkan sholat jum’at dan pergi berjuang ke medan perang, padahal kedua ibadah tersebut pahalanya sangat besar.

 

Saat berita ini disampaikan kepada Rasul Saw, beliau bersabda Sampaikan kepada semua perempuan, uruslah anak2mu dan keluargamu, nilai ibadahnya sama dengan sholat jum’at dan jihad ke medan perang” Subhanalloh.

Pesan Sponsor : untruk suami2 yang masih muda (blm pensiun), anak mantu kita,  yang masih sibuk membangun karier, dalam kesuksesan anda terdapat saham istri untuk mencapainya, dan untuk wanita yang harus mengurus keluarga seperti dalam paparan ini, ikhlaslah mengurus keluarga jadikan hal itu sebagai ibadah yang balasannya sesuai sabda Rasul Saw itu. Wallohu ‘alam. (Nanang Hidajat)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close