Hobi danKetrampilanSelingan

ASI dan Sayur katuk

Jakarta, Banyak hal yang dapat dilakukan ibu menyusui agar produksi air susu ibu (ASI) bisa meningkat, salah satunya konsumsi sayur katuk. Tapi bagaimana jika ibu menyusui sudah rajin makan sayur katuk namun ASI-nya masih sedikit?

“Ada banyak faktor yang menyebabkan produksi ASI berkurang, terutama dari sisi psikologis seperti khawatir, stres atau efek nyeri pasca persalinan,” papar dr M. Tatang Puspanjono, SpA, dokter spesialis anak RS Siloam. Hal iitu disampaikan dr Tatang dalam acara talkshow Philips Avent: Mom’s Journey, yang diselenggarakan di F Cone FX, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Sabtu (14/9/2013).

Menurut dr Tatang, tak cukup hanya mengusahakan produksi ASI dengan mengandalkan konsumsi sayur katuk saja. Yang paling penting justru dari sisi psikis sang ibu. “Jika ibu sebelum menyusui sudah negative thinking, pasti produksi ASI-nya terhambat meski banyak asupan bergizi dan rajin olahraga,” papar dr Tatang.

Saat menyusui, ibu perlu ketenangan pikiran sehingga usahakan jauhi hal-hal yang bisa menyebabkan ibu merasa tertekan dan stres. Sebab bisa dipastikan akan berpengaruh terhadap produksi ASI dan kenyamanan bayi saat menyusu.

“Produksi ASI juga dipengaruhi oleh isapan bayi, sebab saat bayi menyusu, produksi hormon prolaktin akan terangsang untuk memproduksi ASI lagi,” ujar dr Tatang.

Itu sebabnya saat ibu jarang menyusui, maka produksi ASI-nya makin berkurang. Penyebab lain menurunnya produksi ASI adalah setelah lahir bayi tidak langsung disusui dan ASI tidak diperah. Payudara yang tetap penuh dan tidak diperah maka di dalam tubuh ibu akan terbentuk PIF (Prolacting Inhibiting Factor), yaitu zat yang menghentikan produksi ASI.

Penyebab lain, perlekatan yang tak tepat antara mulut bayi dan puting susu ibu. Perlekatan yang tak tepat menyebabkan nyeri dan puting jadi lecet, sehingga ASI tak keluar dengan lancar. Perlekatan yang baik adalah dagu bayi menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan sebagian besar areola (daerah gelap di sekitar puting susu) ibu masuk ke mulut bayi.

“Untuk meningkatkan produksi ASI, ibu sebaiknya mulai berpikir positif dan penuh kasih sayang pada bayi. Perbaiki rasa percaya diri agar ibu lebih merasa rileks,” saran dr Tatang. (vit/vit; http://health.detik.com/read/2013/09/14/153252/2358852/764/rajin-makan-sayur-katuk-tapi-asi-masih-sedikit-mungkin-ini-sebabnya)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close