Iptek dan Lingk. Hidup

Air dan Sel Matahari

Saya mengamati dengan kagum tayangan di bawah ini bagaimana air yang sebelumnya langka di suatu negeri menjadi berlimpah dan bahkan diekspor ke negara tetangga. Semboyannya sederhana, kita tidak bisa melawan alam melainkan bekerjasama dengannya.
Tuhan memberikan mereka tanah seperti itu, ya mereka menyesuaikan dan mengolah alam yang diberikan. Demikian juga tenaga listrik, kita dianugerahi matahari sepanjang tahun, yang tidak dimiliki negeri yang tidak berada di khatulistiwa.

 

Oleh karena itu Indonesia seharusnya pandai menggunakan panas matahari yang menyengat dan membuat gersang tanah apabila tidak diolah dengan baik, agar menjadi tenaga listrik untuk pompa air minum, pertanian, dan telekomunikasi/TIK (teknologi informasi dan komunikasi).
Ya, kita bisa saja tidak senang secara politis dengan negeri ini, (gayanya nampak arogan, keras kepala, dsb), di pihak lain tidak harus menghindari teknologinya. [Dalam sidang ITU mereka sering ingin ngobrol saat rehat dan memuji usul Indonesia, namun karena naluri sosial politik mengatakan lain, sebagai anggota DELRI terpaksa menghindar. Merekapun juga mengerti.
http://www.cbn.com/tv/2648187707001

Bayangkan, suatu negeri kecil gersang dengan padang gurun disulap jadi tanah pertanian yang subur. Yang ada hanya air dari laut dan dari bawah tanah asin.Bagaimana tanaman bisa hidup? Seorang ahli warganya melihat pohon di padang gurun yang lebih besar dari yang lain. Ternyata ada tetesan2 osmose yang terkumpul yang membesarkannya.

 

Dan mulai saat itu air di bawah tanah menjadi anugerah.Air pertanian bahkan bisa dihemat belasan persen dibandingkan pengairan konvensional.Dan dengan hasil penghematan melipatgandakan persediaan air minum dan berbagai keperluan produksi.

Air di bawah tanah yang asin diolah sehingga menjadi kolam peternakan ikan secara besar-besaran.
Sementara itu, mereka sudah mengekspor teknologi air ini ke 100an negara lain katanya, termasuk Afrika, Amerika Latin, India, Philipina, dll.

Silahkan mengamati tayangannya yang disajikan dengan amat menarik dan bisa memberikan inspirasi tersendiri bagi Indonesia, yang di Jakarta saja sebagian besar penduduknya harus membeli air minum dari pedagang air, bukan dari PAM atau sumur bawah tanah yang airnya sudah tercemar, kemasukan air laut, dsb. Opo tumon?

Walau tidak sama, namun semangat dan keterampilan serupa yang tidak harus meniru, (siapa tahu cara khas Indonesia untuk menggunakan tenaga matahari), perlu juga diterapkan untuk pemanfaatan tenaga matahari, khususnya di daerah terpencil. Walaupun ada, belum ekonomis dan terjangkau rakyat kecil

 

Termasuk untuk telekomunikasi/TIK seperti Internet yang merupakan kebutuhan se-hari2. Dalam suatu tayangan lain dari negeri ini juga, dikatakan mereka jadi berbagai mimpi menjadikan kenyataan, termasuk sepeda praktis yang harganya $9.00, mobil otomatik murah, telekomunikasi murah, dsb. Salam, (AphD)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close