Aku cinta Indonesia

Kemenkes borong 2 ton tomat

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memborong 2 ton tomat dari para petani lokal. Tomat tersebut dijual seharga Rp20 ribu per 5 kilogram pada upacara hari kemerdekaan, di lingkungan Kemenkes, di Jakarta, hari ini.

“Sebanyak 2 ton tomat kita beli seharga Rp8 juta. Kemudian kita jual murah. Ini untuk membantu para petani tomat yang harga produk mereka tengah anjlok,” sebut Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Menurut Menkes, tomat-tomat segar itu dibeli dari sentra penghasil buah tersebut, seperti di Tasik, Ciamis, Majalengka, Garut, Cianjur, dan Sukabumi.

Lebih jauh Menkes menambahkan harga tomat memang tengah berada di bawah harga pokok pembelian. Kegiatan yang juga digelar oleh beberapa kementerian ini bertujuan untuk meningkatkan kembali harga tomat yang sedang terpuruk di tingkat petani.

Pada kesempatan itu, Menkes juga mengatakan memahami jika para petani tomat marah dan kecewa. Namun, dia mengaku tidak setuju jika kekecewaan itu dilampiaskan dalam bentuk demonstrasi dengan membuang tomat di jalanan.

“Saya sedih melihatnya. Tomat dibuang di jalanan. Dinjak-injak, dilindas kendaraan. Padahal semua masalah pasti ada solusinya,” ujar Menkes.

Vitamin C

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menghimbau agar masyarakat rajin mengonsumsi tomat.

Pasalnya, buah tersebut kaya akan kandungan vitamin A (dalam bentuk beta karoten) dan mineral biotin di dalam tomat sangat baik untuk kesehatan mata.

Selain itu, tomat juga kaya akan vitamin C serta kalium untuk membantu menjaga kesehatan saraf. Vitamin dan mineral lain dalam tomat meliputi Vitamin K, E, B 1, B 3 dan B 6, molybdenum, asam folat, fosfor, zinc, choline, asam pantotenat dan zat besi.

“Mengonsumsi tomat dapat membantu melindungi sistem jantung dan pembuluh darah, karena bisa menurunkan kadar kolesteral total,” sebut dia.

Tomat juga mengandung antioksidan dalam bentuk antara lain Likopen (pigmen karetenoid)? dan antiinflamasi. Hal ini menunjukkan peran tomat dalam penelitian epidemiologis pengendalian kanker. Beberapa yang sudah diteliti antara lain kanker prostat, kanker paru, kanker pankreas dan kanker payudara.

“Sebagai buah atau sayur segar, tomat mudah dicerna dan baik bagi kesehatan saluran pencernaan. Tomat juga mengandung asam coumaric serta asam klogenat, yang berperan baik bagi saluran pernapasan,” tutup dia. (Q-1; http://www.mediaindonesia.com/misore/read/2987/Kemenkes-Borong-Dua-Ton-Tomat/2015/08/17)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close