Aku cinta IndonesiaWisata dan Kuliner

PT KAI akan jadi Operator KA Bandara Minangkabau

Jakarta – Pemerintah akan menunjuk PT KAI sebagai operator kereta api yang melintasi jalur Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman ke Kota Padang. Pengoperasiannya sendiri ditargetkan mulai dilaksanakan pada pertengahan 2016 mendatang.

 

Menhub Ignasius Jonan, mengatakan, penunjukkan KAI sebagai operator KA BIM lantaran pengoperasiannya belum bisa dilakukan secara komersial. Selain itu, pengerjaan proyeknya pun masih didanai dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

 

“Untuk di Sumatra Barat belum dapat dioperasikan secara komersial. Semoga, PT KAI bisa menyediakan kereta api yang bagus seperti kereta api Bandara Kualanamu-Medan,” katanya, lewat keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (11/10).

 

Menurutnya, pembangunan jalur KA BIM berbeda dengan KA Bandara Kualanamu yang pengerjaannya tidak memanfaatkan APBN dan karenanya dioperasikan oleh perusahaan hasil joint venture antara KAI dan PT Angkasa Pura II, yakni PT Railink.

 

“Mereka bangun sendiri. Maka dari itu, ditunjuk PT Railink karena bisa berjalan secara komersial,” imbuh dia. Mantan Direktur Utama PT KAI ini juga menjelaskan, proses pengadaan tanah untuk pembangunan rel kereta dari Kota Padang menuju BIM tidak menemui kendala berarti.

 

“Yang penting begini, kalau ini dibangun, kan dioperasikan KAI, nah KAI ini pasti butuh personil tambahan untuk ini. Jadi saya sudah minta tolong dirutnya KAI untuk warga yang menjual tanahnya di sepanjang lintas itu, nanti setiap keluarga satulah anaknya atau saudaranya itu menjadi pegawai kereta api. Jadi ikut mengoperasikan,” papar Jonan.

 

Jonan mengemukakan, pembangunan rel KA BIM, sebagian besar memanfaatkan jalur yang sudah ada, terutama yang dari Stasiun Padang menuju Stasiun Duku. Sementara, dari Stasiun Duku menuju BIM, disambung jalur KA sepanjang 3,9 kilometer.

 

Dia menjelaskan, realisasi pembangunan rel menuju BIM sudah mencapai 75 persen, di mana dari total pengerjaan 3,9 kilometer sudah tergarap 2,9 kilometer. Dengan progres yang demikian, Jonan optimis, proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat dan beroperasi sesuai target.

 

“Jadi nanti ada stasiun (di Bandara BIM) juga, Stasiun Duku juga sedang dibangun. Jadi alternatif, masyarakat bisa gunakan jalan darat atau kereta api,” tutur Jonan.

 

Jonan mengatakan, tujuan pembangunan ka BIM ini untuk mengintegrasikan pelayanan transportasi kereta api dengan bandara dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat Sumatra Barat khususnya terhadap layanan kereta api. (Thresa Sandra Desfika/EPR; http://m.beritasatu.com/nasional/313622-pemerintah-akan-tunjuk-kai-jadi-operator-ka-bandara-minangkabau.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close