Islam

Hadiah dari Allah SWT

Pintu Ka’bah memang bagus, teramat bagus malah, mewah karena tersaput emas 280 kg, kontras dengan bangunan Ka’bah sendiri yang terbuat dari batu hitam. Mengagumi wajar, namun jangan sampai terseret ke perbuatan syirik sehingga menciumi pintu indah lebar 171 dan panjang 318 cm ini.

Pintu yang sekarang terpasang kokoh masuk ke tembok sedalam setengah meter dan setinggi 220 cm dari lantai tempat tawaf ini di selesaikan oleh raja Khalid bin Abdul Aziz pada tahun 1979. Sisa-sisa pintu lama dari kayu yang konon buatan tahun 1943, tersimpan di museum pinggiran kota Mekah.

 

Abdul Muttalib, kakek Nabi Muhammad SAW, pernah memasang pintu emas pada bangunan itu. Emas tersebut diperoleh dari sebuah patung kijang yang ditemukan oleh Abdul Muttalib saat menggali kembali sumur Zam-zam.

Pada saat itu lokasi sumur Zam-zam tidak diketahui lagi karena tertimbun tanah. Abdul Muttalib mendapat petunjuk tempat sumur tua itu lewat mimpi ketika tidur di Hijr Ismail. Ia kemudian mengajak putranya, paman Nabi, Haris bin Abdul Muttalib untuk menggali.

 

Semula orang-orang Quraisy menentang penggalian itu, karena lokasinya bedekatan dengan tempat patung berhala Asaf dan Nailah yang dikeramatkan bahkan tempat menyembelih korban didekatnya.

Kakek Nabi itu bersikeras dan ia menemukan barang2 berharga yang menyumbat sumur, seperti pedang, perisai dan 2 patung kijaang terbuat dari emas. Dari emas dan barang2 itu dibuatlah pintu Kabah. Sejak itu Zam2 dibawah pengawasan Abdul Muttalib dan ia dihormati karena jasanya itu.

Sumur pertama kali dimiliki Siti Hajar yang berlari kebingungan karena ia kehabisan air susu guna menyusui bayi Ismail. Air perbekalan yang ditinggalkan suaminya Ibrahim habis. Siti Hajar yang berlari diantara bukit Safa dan bukit Marwa, ia melihat Malaikat Jibril menggali tanah dekat putranya Ismail.

 

Air kemudian memancar dari bekas galian. Allah melihat betapa istimewanya ibu ini. Ia rela ditinggalkan sendiri di tanah gersang tidak berpenghuni karena memenuhi perintah-Nya. Ia berjuang mandiri menjaga dan memelihara anaknya dengan tabah.

 

Ia ikhlas suaminya kembali menemui istri pertamanya yang memang lebih terpandang darinya. Ia bekerja keras berlari, naik turun, naik turun sampai tujuh kali agar keturunan suaminya yang sangat ia hormati tetap hidup. Allah SWT kemudian menganugrahkan sumber air kepada ibu yang perkasa ini.

Berawal dari sumber air, berkembang jadi kota Mekah. Tidak ada satu tempat ibadah dimuka bumi ini yang lebih banyak dikunjungi peziarah selain Mekah. Air Zam-zam tidak pernah kering, sekalipun ratusan juta orang minum dan membawanya. Allahu Akbar- (Sadhono Hadi; dari grup FB ILP; sumber a.l. Ensiklopedi Islam – PT Ichtiar Baru Van Hoeve 1994)-FR

————

 

Sajian IBO lainnya : Amru bin Jumuh ingin berjihad
Jika kita dengar atau baca semangat sahabat2 di jaman Rasul, mereka ingin melaksanakan yg diperintahkan Alloh melalui Rasul-Nya. Mereka berlomba menginginkan kebaikan akhirat dengan berani mengurbankan yang dimilikinya berupa harta dan jiwa mereka.

Saat turun ayat yg tercantum dlm QS At Taubah, ada sahabat bernama Amru bin Jumuh. Dia kaya yang  dermawan dan banyak menginfakkan hartanya di jalan Alloh. Saat ada panggilan berjihad utk berperang Amru bin Jumuh menyampaikan maksudnya kepada anak2nya utk ikut berperang.

 

Namun anak2nya melarang karena fisik ayahnya tdk sempurna, mereka berpendapat biar anak2nya yg ikut berperang. Karena anak2nya tdk menyetujui, dia menjumpai Rasul Saw dan menyampaikan niatnya ingin berperang.

 

Rasul Saw menyampaikan, Alloh Swt membebaskan orang buta dan pincang dari berperang. Amru bin Jumuh sedih dan menangis “Ya Rasul saya lahir dengan kondisi ini, saya tdk pernah menyesali keadaan dan selalu bersyukur, tapi saya sedih karena tidak diijinkan membeli surga dengan harta dan jiwa saya”

 

Selanjutnya dia membacakan QS At Taubah ayat 111 “Alloh membeli dari orang2 mukmin, baik diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Alloh, sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Alloh di dlm Taurat, Injil, dan Al Qur’an.

 

Siapa yang melebihi janjinya selain Alloh ? Maka bergembiralah dengan jual beli yg telah diakukan itu, dan itulah kemenangan agung”. Dia diijinkan ikut berperang, namun karena kakinya pincang, dia g terbunuh, dan menurut riwayat dia yang pertama syahid dalam peperangan yang diikutinya.

Semangat Amru bin Jumuh dlm kondisi kekinian bisa diekspresikan dg berkurban harta dan diri (dlm bentuk pemikiran, waktu, ilmu) untuk berperang melawan kemiskinan, ketertinggalan pendidikan, kesehatan dan problem keumatan umumnya. Wallohu ‘alam… (Nanang Hidayat; dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close