Iptek dan Lingk. Hidup

Mengatasi penciptaan Negara konflik

(plus.google.com)-Wawasan kebangsaan; Untuk menciptakan negara konflik ada beberapa langkah:

 

1-Menciptakan ketidakpercayaan pada kinerja pemerintah. Ketidakpercayaan beda dengan kritik. Kritik itu niat memperbaiki pemerintahan. Kalau takpercaya itu artinya dilakukan pemerintah semua buruk.

 

2-Menciptakan gesekan politik horisontal, dengan membuat kubu2 politik di masyarakat lalu digesekkan satu sama lain. Hembuskan isu2 skandal politik meski itu berita bohong (hoax).

3-Menciptakan intoleransi umat satu agama. Misalnya membuat perselisihan internal Islam dengan mengadu domba satu dengan yang lain.

 

4-Menciptakan intoleransi antarumat beragama, menanamkan pandangan, umat agama lain itu buruk, najis, dan musuh yang mengancam agamanya. Ini bukan masalah benar-salah. Ini hanya soal caranya antar-umat beragama itu saling : membenci, memusuhi, saling menyerang, dan saling menghantam.

 

5-Jika sudah begini, tinggal hembuskan satu isu yang “daya ledaknya” tinggi. Satu isu itu, maka sempurnalah jalan menuju negara konflik (perang saudara). Contoh di Irak, isu pembantaian kaum Kurdi. Di Suriah isu Syiah-Sunni. Di Afghanistan isu pemerintah thoghut pro-kafir. Di Libya isu kediktatoran Qadhafi. Dan di negara2 Afrika dsb.

 

6-Saat terjadi gesekan, lanjut drop senjata. Senjata mahal? Ya mahal, tapi banyak sponsor yang mau menggelotorkan milyaran Dollar untuk mendanai perang saudara demi kepentingan mereka. Jadi santai saja. Perusahaan besar di dunia siap “berjudi” senjata di wilayah negara2 konflik.

  1. Akhirnya yang hancur : Negara, Infrastruktur , Ekonomi. Dan kehidupan lenyap dari negara itu.

 

Solusinya? Saya tidak tahu. Karena semua negara yang mengalami itu hingga hari ini masih perang.

Yang bisa kita lakuka, MENCEGAH sebelum terjadi. Tujuh langkah itu mudah2an tak terjadi di Indonesia. Kenapa? Karena sudah terbukti mujarab di banyak negara dengan berbagai kultur. Namun agar tidak terjadi di Indonesia maka lakukan langkah2 kebalikan dari 7 poin di atas:

 

1-Bangun kepercayaan ke pemerintah, dan beri kesempatan mereka kerja, siapa pun pemimpin dari mana pun partainya. Awasi mereka agar tidak korupsi. Kritik dengan sopan dan santun. Usahakan kritik melalui jalur ilmiah dan produktif.

 

2-Dewasa dalam dunia politik. Politik itu akibat dari pergaulan manusia yang kompleks. Politik lahir dari kebutuhan manusia satu sama lain. Maka jika kita paham kita bisa bersikap dewasa dalam berpolitik.

 

3-Pahamilah keanekaragaman madzhab dan pendapat dalam internal agama masing2. Lalu pahami bahwa setiap madzhab itu sebenarnya bersumber dari satu sumber yang sama yaitu kitab suci.

 

4-Bangun persaudaraan antar umat beragama demi kemanusiaan. Jika kita tidak bisa menerima keyakinan agama lain, maka setidaknya kita terima mereka karena kita sama2 manusia. Sama2 menghirup udara yang sama di planet ini. Dan sama2 minum air yang sama dari bumi yang sama.

 

5-Hindari isu, hoax, desas-desus, dan fitnah. Yakinlah menyebarkan dan menerima berita bohong itu  salah, dalam Islam bahkan berdosa dan melanggar ajaran Al-Qur’an.

6-Waspadai kepentingan ekonomi yang orientasinya murni kepentingan uang. Biasanya mereka siap mendanai apa saja yang menguntungkan kepentingan ekonomi mereka.

 

7-Berdoalah menurut keyakinan masing2, agar menjauhkan Indonesia dari kehancuran perang saudara.

Salam Perdamaian! (Prasetya B Urama; sumber :  Alika Naila Putri; Bahan dari https://plus.google.com/111951720997800082336/posts/F2mwko4DUpc)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close