Wisata dan Kuliner

Tradisi lebaran Nusantara-(3/3)

(travel.kompas.com)- Seri ke-r terakhir : 6-Tumbilotohe di Gorontalo

Tradisi memasang lampu sejak 3 malam terakhir jelang Idul Fitri itu, awalnya dilakukan untuk memudahkan warga memberi zakat fitrah pada malam hari. Kala itu, lampu terbuat dari damar dan getah pohon.

 

Seiring waktu, lampu diganti dengan minyak kelapa dan kemudian beralih menggunakan minyak tanah. Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad ke-15 masehi. Kini, lampu yang dipasang hadir dalam berbagai bentuk dan warna. Lampu dipasang tak hanya di rumah, tetapi juga di tempat umum sampai di sawah.

 

7- Meriam Karbit di Pontianak

Festival Meriam Karbit sudah menjadi ajang perlombaan tahunan tiap Lebaran tiba. Konon, meriam karbit dulunya ditembakkan untuk mengusir kuntilanak. Festival yang diadakan di tepian Sungai Kapuas ini menampilkan sejumlah meriam karbit yang dihias berwarna-warni.

 

Meriam dengan bunyi paling kompaklah yang akan menjadi pemenangnya. Kompas.com (06/07/16) menulis, untuk membuat meriam karbit dibutuhkan biaya sekitar Rp 15—30 juta.

 

8-Tradisi Hadrat di Kaimana, Papua

Dalam merayakan Idul Fitri, warga Kaimana, Papua Barat, melakukan silaturahim hadrat keliling kota. Ratusan orang, baik tua maupun muda, berkeliling kota menari diiringi lantunan shalawat dan musik hadrat.

 

Kegiatan silaturahim hadrat ini biasanya dilakukan pada hari kedua Idul Fitri. Tak hanya warga Muslim yang berpartisipasi dalam tradisi ini. Bahkan, umat Kristiani di Kaimana pun turut serta dalam rombongan musik dan memainkan tifa.
(Artikel ini telah tayang di Kompas.com; dengan judul “Serunya Tradisi Lebaran di Nusantara, dari Aceh hingga Papua”, Penulis : Aningtias Jatmika Kurniasih Budi; Bahan dari :  https://travel.kompas.com/read/2017/06/24/135332127/serunya.tradisi.lebaran.di.nusantara.dari.aceh.hingga.papua)-FatchurR *Tamat…………

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close