RSS Feed     Twitter     Facebook

Permata Di Bawah Pelana

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 1 views    Font size:

(Dari Grup WA)-Pada hari seorang saudagar yang berjalan di pasar menemukan seekor unta bagus yang dijual. Saudagar dan penjual unta, keduanya negosiator yang terampil, melakukan tawar-menawar yang sulit.

 

Akhirnya penjual unta senang dengan ketrampilannya karena mendapat yang menurutnya merupakan harga yang baik, berpisah dengan untanya. Saudagar juga puas karena telah menyepakati harga yang fantastis, ia dengan bangga berjalan pulang membawa unta, tambahan terbaru untuk peternakannya.

 

Saat tiba di rumah, saudagar itu menyuruh pelayannya untuk melepaskan pelana unta. Dengan sedikit kesulitan, pelayan melepaskan pelana berat itu seorang diri. Setelah dilepas, pelayan itu menemukan sebuah kantong beludru kecil di bawah pelana, yang ternyata dipenuhi dengan permata berharga

 

Pelayan itu berseru, “Tuan, tuan membeli unta, tapi lihat apa yang datang bersamanya dengan gratis!”. Saudagar heran ketika melihat perhiasan di telapak tangan pelayannya. Perhiasan itu memiliki kualitas luar biasa, berkilau dan berkelap-kelip di bawah sinar matahari.

 

“Aku beli unta” katanya, “Tidak bersama perhiasannya. Aku harus segera mengembalikan ke penjualnya”

Pelayan itu terperanjat, tuannya benar-benar bodoh. “Tuan,  tidak ada yang akan tahu.”

Tetapi saudagar segera kembali ke pasar dan menyerahkan kantong beludru ke penjual unta.

 

Penjual unta senang, “Saya lupa bahwa saya menyembunyikan perhiasan ini di pelana.”

“Silahkan pilih salah satu permata sebagai hadiah.”

Saudagar : “Saya beli unta dan sudah bayar harga yang adil hanya untuk unta saja, jadi tidak, terima kasih, saya tidak perlu imbalan apa pun.”

 

Saudagar menolak terus, tapi penjual unta bersikeras. Akhirnya si saudagar berkata dengan tersenyum, “Sebenarnya ketika aku memutuskan untuk membawa kantong itu kembali kepadamu, aku sudah mengambil dan menyimpan dua permata yang paling berharga.”

 

Penjual unta terperangah dengan pengakuan itu, dan cepat mengosongkan kantong untuk menghitung permata. Namun dia bingung, “Semua perhiasan ada di sini. Perhiasan apa yang Anda simpan?

“Dua yang paling berharga,” kata si saudagar.

“Integritas dan Penghargaan terhadap diri sendiri.”

 

Bagaimana Anda menjelaskan arti integritas?

Roger Jenkins menjelaskannya sebagai “Kemampuan untuk melakukan hal yang benar atau memilih untuk melakukan hal yang benar ketika Anda tahu sebetulnya bisa lolos ketika melakukan hal yang salah.” (Kiriman Muchisam; Bahan dari : Grup WA-72)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code