Kristiani dan Hindu

Gereja Tertua Di Indonesia Dan Terkenal(2/3)

(blog.elevenia.co.id)- 3-Gereja Blenduk

Jika kamu orang Jawa, kamu pasti tahu arti dari blenduk. Kata itu berarti melembung. Itu digambarkan oleh masyarakat yang melihat bentuk arsitektur dari gereja ini. Gereja ini terletak di Semarang, Jawa Tengah. Dibangun pada tahun 1753 oleh masyarakat Belanda, gereja ini masih berdiri kokoh hingga sekarang.

 

Gereja Blenduk memiliki kubahnya besar berlapis perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Gereja ini sempat direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Hingga saat ini gereja Blenduk masih beroperasi sebagai gereja.

4-Gereja Hati Kudus Yesus

Gereja ini sedikit unik, karena bangunannya seperti tempat ibadah umat Hindu. Itu disebabkan ornamen-ornamen candi dan ukiran khas candi yang ada di seluruh area gereja candi hati kudus Yesus ini. Gereja ini didirikan oleh keluarga Schutzer, sebuah keluarga Belanda pada tahun 1930.

5-Gereja Katedral Jakarta

Gereja ini dibangun pada 1901 oleh para kolonial Belanda. Uniknya, gereja ini pernah digunakan untuk tempat berkumpul para pemuda yang nantinya akan berunding tentang Sumpah Pemuda di tahun 1928.

 

Gaya arsitekturnya menganut neo gotik dan bernuansa Eropa. Jadi selain menjadi tempat ibadah, gereja ini termasuk bangunan bersejarah.

 

6-Gereja Katedral

Ini juga disebut dengan gereja katedral, tapi beda dengan gereja sebelumnya. Gereja ini dibangun lebih dulu tahun 1807. Pembangunan gereja dimulai saat Paus Pius VII mengangkat Nelissen sebagai prefek apostolik Hindia Belanda. Beliau diberi misi menyebarkan ajaran katolik di seluruh penjuru Indonesia, termasuk Jakarta.

 

(William; Bahan  dari : https://blog.elevenia.co.id/9-gereja-tertua-di-indonesia-yang-paling-terkenal/)-FatchurR * Bersambung………

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close